Wamen PU: Semua Program Strategis Butuh Infrastruktur

Jakarta, IDN Times - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur sebagai fondasi utama untuk mewujudkan berbagai program strategis nasional, termasuk swasembada pangan, ketahanan energi, pendidikan, hingga penciptaan lapangan kerja. Hal ini sejalan dengan arah kebijakan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
“Infrastruktur adalah backbone dari semuanya. Swasembada rakyat, swasembada energi, hingga ketahanan pangan semuanya membutuhkan infrastruktur,” ujar Wakil Menteri (Wamen) Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, saat menjadi pembicara dalam Indonesia Summit 2025 by IDN Times di Ballroom Tribrata Dharmawangsa, Rabu (27/8/2025).
Ia mengatakan untuk mewujudkan swasembada pangan, misalnya, dibutuhkan sistem irigasi dan bendungan yang memadai. Pemerintah juga tengah mendorong perbaikan irigasi dan pencetakan sawah baru sebagai bagian dari strategi jangka menengah 2025–2029.
Langkah ini ditopang oleh Instruksi Presiden (Inpres) No. 14/2025 tentang swasembada pangan di wilayah seperti Papua Selatan, Batang, Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan, dan NTB.
Selain itu, pemerintah juga sedang merintis konsep sekolah rakyat dengan memanfaatkan balai-balai sosial dan balai latihan kerja.
“Renovasi balai sosial untuk dijadikan sekolah rakyat juga merupakan tanggung jawab Kementerian PUPR,” jelasnya.
Dalam mendukung program makan bergizi gratis, Kementerian PUPR juga turut berperan dengan merancang dan membangun prototipe dapur umum sebagai bagian dari sistem pendukung pelaksanaan program. Sementara itu, konektivitas jalan masih menjadi perhatian besar. Dari total 47 ribu km jalan nasional, kemantapan jalan di tingkat kabupaten/kota bahkan di bawah 70 persen.
Berdasarkan arahan Pak Prabowo, perbaikan akan dilakukan melalui Inpres Jalan Daerah.
Menurutnya serapan tenaga kerja akibat investasi padat modal dinilai perlu diimbangi dengan pembangunan infrastruktur padat karya.
“Ketika infrastruktur digalakkan, toko bangunan buka, mobilitas masyarakat meningkat, dan lapangan kerja tercipta kembali. Semua kembali lagi ke infrastruktur,” tambahnya.
Pemerintah memastikan strategi pembangunan jangka menengah 2025–2029 akan berfokus pada infrastruktur sebagai dasar penggerak ekonomi dan sosial. Dengan dukungan lintas sektor dan pengawasan ketat, pembangunan ini diharapkan mampu menjawab tantangan nasional dan mempercepat langkah menuju visi Indonesia Emas 2045.
Indonesia Summit 2025, khususnya sesi Visionary Leaders, merupakan sebuah konferensi independen yang diselenggarakan IDN Times untuk dan melibatkan Generasi Millennial dan Gen Z di Tanah Air. Indonesia Summit 2025 mengusung tema "Thriving Beyond Turbulence, Celebrating 80's Years Independence", bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh Nusantara.