Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Warren Buffett Resmi Lepas Jabatan, Wall Street Soroti Warisannya
Warren Buffett (instagram.com/officialwarrenbuffett)

Intinya sih...

  • Warren Buffett resmi menyerahkan kepemimpinan Berkshire Hathaway kepada Greg Abel.

  • Filosofi value investing Buffett membentuk budaya dan strategi investasi global.

  • Pelaku Wall Street menilai rekam jejak Buffett sebagai bukti efektivitas pendekatan sederhana.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Era panjang kepemimpinan Warren Buffett di Berkshire Hathaway resmi memasuki babak baru. Pada 1 Januari 2026, Buffett yang kini berusia 95 tahun secara resmi menyerahkan posisi CEO Berkshire Hathaway kepada penerus pilihannya, Greg Abel. Pergantian ini menandai berakhirnya perjalanan investasi Buffett selama beberapa dekade yang membentuk wajah Wall Street modern.

Selama kariernya, Buffett dikenal tidak hanya lewat keputusan investasi besar, seperti mengakuisisi perusahaan kereta api Burlington Northern atau menjalin hubungan erat dengan pendiri Microsoft Bill Gates, tetapi juga melalui pandangan hidup dan investasi yang konsisten ia sampaikan dalam surat tahunan kepada para pemegang saham. Pendekatan tersebut menjadikannya figur sentral dalam dunia value investing dan menginspirasi generasi manajer investasi global.

1. Budaya Berkshire dan prinsip tanggung jawab

Howard Buffett (thehowardgbuffettfoundation.org)

Nilai-nilai yang ditanamkan Buffett tercermin dalam budaya Berkshire Hathaway. Howard Buffett, putra Warren Buffett yang diproyeksikan akan menjadi ketua dewan Berkshire di masa depan, pernah menjelaskan, kesederhanaan prinsip yang dijalankan perusahaan tersebut.

“Budaya Berkshire sebenarnya cukup sederhana. Kamu melakukan apa yang kamu katakan akan kamu lakukan, dan kamu melakukannya tepat pada waktunya. Kamu jujur soal itu. Kamu membuat kesalahan, dan kamu bertanggung jawab atas kesalahan tersebut. Sebenarnya tidak serumit itu,” ujar Howard Buffet dalam salah satu podcast Yahoo Finance's Opening Bid Unfiltered pada 2024.

Budaya tersebut menjadi fondasi dari filosofi investasi Buffett, yang berakar pada ajaran mentornya, Benjamin Graham. Value investing yang ia anut menekankan kedisiplinan dalam menilai harga wajar aset dan menghindari membayar terlalu mahal untuk saham maupun akuisisi.

2. “Kebaikan itu penting” dalam dunia investasi

Nancy Tengler (laffertengler.com)

Pengaruh Buffett tidak hanya terasa dalam strategi investasi, tetapi juga dalam cara bersikap. Nancy Tengler, CEO sekaligus Chief Investment Officer Laffer Tengler Investments, membagikan pengalamannya bekerja secara langsung dengan Buffett di awal kariernya.

“Sebenarnya, ada fakta yang jarang diketahui bahwa saya mengelola portofolio senilai 100 juta dolar AS untuk Cologne Reinsurance, yang kemudian diakuisisi oleh Buffett melalui Berkshire. Selama setahun, mereka mempertahankan kami dan kami mengelola dana untuk Warren Buffett. ,” ujar Nancy Tengler, dilansir Yahoo Finance.

"Saya pikir itu dilakukan karena kebaikan hatinya karena kami masih baru. Kami memang menghasilkan imbal hasil yang bagus untuk perusahaan. Tapi dia punya perspektif tersendiri. Dan menurut saya, kebaikan itu penting dalam bisnis ini. Banyak orang yang tidak rendah hati, tidak belajar dari kesalahan, dan bukan tipe orang yang ingin kamu ajak bekerja. Dia tidak pernah seperti itu, dan selalu konsisten memimpin," sambungnya.

3. Kesederhanaan dan kekuatan compounding

Keith Lerner (truist.com)

Bagi banyak investor, pelajaran utama dari Buffett adalah kesederhanaan. Chief Investment Officer Truist, Keith Lerner menyebut, prinsip-prinsip Buffett sebagai fondasi pendekatannya dalam mengelola investasi.

“Pelajaran Buffett yang paling membekas dan membentuk cara saya berinvestasi adalah tetap berada dalam lingkup kompetensi, menjaga kesederhanaan, dan membiarkan compounding bekerja. Compounding itu sunyi tetapi tak terhentikan. Itulah mengapa ia disebut ‘keajaiban dunia kedelapan’ dan mengapa pemikiran jangka panjang adalah keunggulan utama. Ketahanan dan kemampuan adaptasi perusahaan-perusahaan Amerika dan ekonomi AS luar biasa; mereka telah melewati tantangan besar dan terus bergerak maju. Ketika ketakutan menguasai pasar, di situlah peluang muncul; jadilah rakus ketika orang lain takut. Hormati risiko; leverage bisa mengubah kesalahan kecil menjadi masalah besar dengan cepat. Fokus jangka panjang, kesederhanaan, memanfaatkan ekstrem, dan kehati-hatian akan menang seiring waktu,” ujar Keith Lerner.

4. Rekam jejak yang berbicara

Josh Wein (hennessyfunds.com)

Pendekatan Buffett yang kerap dianggap membosankan justru dinilai sebagai kekuatan utamanya. Portfolio Manager di Hennessy Funds Josh Wein menilai, kesuksesan Buffett tidak bergantung pada sensasi.

“Saya pikir pada akhirnya Buffett menunjukkan kepada kita bahwa investasi tidak harus menarik atau sensasional. Jika melihat kembali kariernya, seperti investasi di Coca-Cola, perbankan, atau Gillette pada masanya, itu semua tidak pernah terdengar menarik. Ada perusahaan-perusahaan yang lebih menarik di teknologi atau kesehatan yang bisa saja ia masuki. Mungkin itu akan menguntungkannya. Namun pada akhirnya, rekam jejaknya berbicara sendiri,” ujar Wein.


FAQ seputar Warret Buffet yang resmi lepas jabatan

Kapan Warren Buffett resmi menyerahkan jabatan CEO Berkshire Hathaway?

Buffett resmi menyerahkan jabatan CEO pada 1 Januari 2026.

Siapa penerus Warren Buffett di Berkshire Hathaway?

Greg Abel ditunjuk sebagai CEO penerus Warren Buffett.

Apa prinsip utama investasi yang diwariskan Buffett?

Buffett menekankan value investing, kesederhanaan, disiplin, dan fokus jangka panjang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team