ilustrasi fraud detection (freepik.com/freepik)
Di sisi lain, ia mengatakan bahwa masyarakat Indonesia sejatinya sudah memiliki tingkat kesadaran dasar yang cukup baik terhadap bahaya penipuan digital. Namun, kewaspadaan tersebut kerap menurun ketika seseorang dihadapkan pada situasi yang terlihat menguntungkan, mendesak, atau terasa meyakinkan.
Menurutnya, di banyak situasi, orang sebenarnya sudah tahu bahwa penipuan digital itu nyata. Namun, ketika modus yang muncul terasa relevan, menarik, atau seolah menguntungkan, kewaspadaan bisa turun dalam hitungan detik.
"Karena itu, membangun kebiasaan untuk berhenti sejenak, memeriksa ulang, dan tidak langsung percaya menjadi semakin penting di tengah berkembangnya modus penipuan yang semakin canggih,” ujar Niki.