Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
WIKA Beton Tebar Dividen Rp4 Miliar, Rombak Jajaran Komisaris
ilustrasi dividen (IDN Times/Esti Suryani)
  • WIKA Beton menggelar RUPST 2026 dan menyetujui pembagian dividen tunai Rp4,01 miliar atau 10 persen dari laba bersih tahun buku 2025 senilai Rp40,02 miliar.
  • Perusahaan menegaskan komitmen transformasi berbasis ESG sebagai fondasi utama untuk menciptakan manfaat jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
  • RUPST juga merombak jajaran komisaris dengan pengangkatan Andrianto, Indriani Widiastuti, dan Noor Aljanna Fitri Gayo, sementara susunan direksi tetap dipimpin oleh Kuntjara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) resmi menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 pada Rabu (13/5/2026). Dalam rapat tersebut, perusahaan menyepakati pembagian dividen tunai sekaligus merombak susunan pengurus perseroan.

Di tengah kondisi sektor konstruksi yang masih menantang, WIKA Beton tetap mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025.

1. WIKA Beton bagikan dividen Rp4,01 miliar

ilustrasi dividen (IDN Times/Esti Suryani)

Sepanjang tahun buku 2025, WIKA Beton membukukan omzet penjualan sebesar Rp3,59 triliun dan total kontrak baru mencapai Rp4,01 triliun. Dari capaian tersebut, perseroan mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp40,02 miliar.

Dalam RUPST, pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar 10 persen dari laba bersih atau senilai Rp4,01 miliar. Nilai itu setara Rp0,46 per saham, sedangkan sisanya sebesar 90 persen dialokasikan sebagai cadangan lainnya.

Langkah ini disebut menjadi bentuk komitmen perseroan dalam menjaga kepercayaan investor sejak melantai di bursa pada 2014.

2. WIKA Beton soroti transformasi dan komitmen ESG

Portofolio bisnis PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON). (dok. WIKA Beton)

Sebagai bagian dari ekosistem BUMN dan Danantara, WIKA Beton menegaskan komitmennya untuk mendukung pembangunan Indonesia melalui inovasi teknologi dan praktik bisnis berkelanjutan.

Perseroan menyebut transformasi berbasis lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan yang baik atau ESG menjadi fondasi utama untuk menciptakan manfaat jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

“Transformasi ini menjadi landasan utama perusahaan untuk memberikan manfaat maksimal bagi seluruh pemangku kepentingan dalam jangka panjang,” tulis manajemen dalam keterangan resminya, Kamis (14/5/2026).

3. RUPST rombak jajaran komisaris dan direksi

Portofolio bisnis PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON). (dok. WIKA Beton)

Selain membahas penggunaan laba, RUPST juga menyetujui perubahan susunan pengurus perusahaan. Pemegang saham mengukuhkan pemberhentian Dwi Gawan Islandhi H.B. dari jabatan Komisaris Independen yang efektif sejak Februari 2026.

Perseroan juga memberhentikan dengan hormat Agus Pramono dari posisi Direktur Operasi dan Supply Chain Management serta Tjia Marwan dari jabatan Komisaris. Sebagai penggantinya, RUPST mengangkat Andrianto dan Indriani Widiastuti sebagai Komisaris, serta Noor Aljanna Fitri Gayo sebagai Komisaris Independen.

Dengan perubahan tersebut, susunan Dewan Komisaris kini terdiri dari Wilan Oktavian sebagai Komisaris Utama, Andrianto dan Indriani Widiastuti sebagai Komisaris, serta Noor Aljanna Fitri Gayo sebagai Komisaris Independen.

Sementara itu, jajaran Direksi tetap dipimpin Kuntjara sebagai Direktur Utama, bersama Rija Judaswara sebagai Direktur Pemasaran dan Pengembangan, Syailendra Ogan sebagai Direktur Keuangan, Human Capital, dan Manajemen Risiko, serta Verly Widiantoro sebagai Direktur Teknik dan Produksi.

Editorial Team