- Direktur Utama: I Ketut Pasek Senjaya Putra
- Direktur Manajemen SDM dan Transformasi: Hadjar Seti Adji
- Direktur Operasi I: Hananto Aji
- Direktur Operasi II: Sonny Setyadhy
- Direktur Manajemen Risiko dan Legal: Vera Kirana
- Direktur Keuangan: Mulyadi
WIKA Rombak Jajaran Direksi, Harris Arthur Kembali Jadi Komisaris

- PT Wijaya Karya (Persero) Tbk mengumumkan perubahan susunan direksi dan komisaris dalam RUPST 2026 untuk memperkuat transformasi bisnis serta meningkatkan kinerja perusahaan.
- Harris Arthur Hedar kembali dipercaya sebagai Komisaris Independen WIKA, setelah sebelumnya menjabat posisi yang sama sejak pertama kali diangkat pada tahun 2020.
- Susunan baru mencakup I Ketut Pasek Senjaya Putra sebagai Direktur Utama, dengan jajaran direksi dan komisaris lain seperti Apri Artoto, Vera Kirana, dan Mulyadi.
Jakarta, IDN Times – Harris Arthur Hedar kembali dipercaya menjabat sebagai Komisaris Independen PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di WIKA Tower, Jakarta, Senin (11/5/2026).
Perubahan susunan jajaran komisaris dan direksi ini menjadi salah satu agenda utama perseroan dalam rangka memperkuat transformasi bisnis serta meningkatkan kinerja perusahaan ke depan.
1. Perkuat transformasi, WIKA tetapkan susunan baru direksi dan komisaris

Dengan keputusan tersebut, Harris kembali masuk dalam jajaran Dewan Komisaris WIKA bersama Komisaris Utama Apri Artoto, Komisaris Independen Suryo Hasporo Tri Utomo dan Adityawarman, serta Komisaris Suwarta.
Dalam rapat tersebut, pemegang saham juga menetapkan Ketut Pasek Senjaya Putra sebagai Direktur Utama WIKA. Dia akan didampingi Hadjar Seti Adji sebagai Direktur Manajemen SDM dan Transformasi, serta Hananto Aji sebagai Direktur Operasi I.
Selain itu, RUPST juga menetapkan Sonny Setyadhy sebagai Direktur Operasi II, Vera Kirana sebagai Direktur Manajemen Risiko dan Legal, serta Mulyadi sebagai Direktur Keuangan.
“Dewan Komisaris terdiri dari Komisaris Utama Apri Artoto, Komisaris Independen Suryo Hasporo Tri Utomo, Komisaris Independen Adityawarman, Komisaris Independen Harris Arthur Hedar, dan Komisaris Suwarta,” demikian pembacaan Surat Pemegang Saham Seri A Dwiwarna dalam RUPST tersebut.
2. Pertama kali jadi komisaris independen PT Wijaya Karya (Persero) Tbk pada 8 Juni 2020

Harris Arthur Hedar dikenal sebagai Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional sekaligus Guru Besar Universitas Negeri Makassar (UNM). Dia lahir di Makassar pada 24 Juni 1962.
Dia menempuh pendidikan sarjana dan magister di bidang Ilmu Hukum di Universitas Narotama, Surabaya, kemudian meraih gelar doktor di bidang yang sama dari Universitas Jayabaya, Jakarta.
Harris pertama kali diangkat sebagai Komisaris Independen PT Wijaya Karya (Persero) Tbk melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 8 Juni 2020.
Saat ini, dia juga menjabat sebagai Head of Corporate Lawyer Lion Air Group sejak 2006 hingga sekarang, serta berpraktik sebagai advokat di Kantor Advokat Dr. Harris Arthur Hedar, S.H., M.H. & Partners sejak 2013. Sebelumnya, dia pernah menjabat sebagai Staf Ahli Dewan Pertimbangan Hukum Presiden Republik Indonesia.
3. Rincian dewan direksi dan komisaris terbaru

Berikut susunan pengurus Perseroan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk!
Direksi
Dewan Komisaris
- Komisaris Utama: Apri Artoto
- Komisaris Independen: Suryo Hapsoro Tri Utomo
- Komisaris Independen: Adityawarman
- Komisaris Independen: Harris Arthur Hedar
- Komisaris: Suwarta

![[QUIZ] Dari Zodiakmu, Ini Ide Bisnis yang Cocok Untukmu](https://image.idntimes.com/post/20240308/2150354467-0e529929d1bb3576b4087c8f48db7043.jpg)


![[QUIZ] Tebak Nama Founder Brand Terkenal di Dunia, Yakin Jago?](https://image.idntimes.com/post/20260430/upload_6dafd095e4ed1c4e1cfe7bcd98a69a11_6a27463e-5aea-4fa7-86bb-4b2eef07c35b_watermarked_idntimes-3.jpg)

![[QUIZ] Cari Tahu Ide Bisnis yang Cocok dari Shio Kamu](https://image.idntimes.com/post/20240328/10817217-19406371-d1bc7980c62d880a91283408a334e32a.jpg)











