Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
YLKI Nilai Langkah Pertamina Siagakan Satgas RAFI Sudah Tepat
Serambi MyPertamina di Rest Area KM 57. (IDN Times/Trio Hamdani)
  • YLKI menilai langkah Pertamina membentuk Satgas Ramadan dan Idul Fitri 2026 sebagai upaya tepat untuk menjaga stabilitas pasokan BBM dan LPG selama lonjakan konsumsi di masa Lebaran.
  • Pertamina menyiagakan ribuan SPBU dan agen LPG beroperasi 24 jam guna memastikan kelancaran arus mudik, dengan pengawasan ketat terhadap distribusi, kualitas, serta respons cepat atas aduan konsumen.
  • Satgas RAFI 2026 didukung jaringan luas mencakup ribuan SPBU, Pertashop, agen LPG, hingga fasilitas Serambi MyPertamina di berbagai titik strategis demi menjamin ketersediaan energi nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengatakan adanya peningkatan konsumsi BBM dan LPG secara signifikan selama momentum Lebaran. Hal itu menuntut kesiapan penuh dari PT Pertamina (Persero).

Ketua YLKI, Niti Emiliana, menilai, Pertamina perlu mengantisipasi lonjakan mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat tersebut melalui pengoperasian Satgas Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) yang bertugas mulai 9 Maret hingga 1 April 2026.

Dia menyebut pembentukan Satgas RAFI merupakan langkah positif untuk menjaga stabilitas pasokan energi di seluruh Indonesia. Dia meyakini Pertamina telah melakukan persiapan rutin yang matang guna menjamin ketersediaan stok BBM dan LPG agar tetap aman bagi masyarakat.

“YLKI menilai, pembentukan Satgas Ramadan dan Idul Fitri oleh PT Pertamina (Persero) merupakan langkah yang baik dan positif,” kata Niti dalam keterangannya, Senin (16/3/2026).

1. Distribusi energi disiagakan 24 jam

potret SPBU Pertamina (pertaminapatraniaga.com)

Niti menyoroti pengoperasian ribuan SPBU dan agen LPG yang mayoritas bersiaga selama 24 jam. Menurut YLKI, langkah tersebut penting untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026.

”Dari sisi perlindungan konsumen, langkah Pertamina ini sebagai bentuk antisipasi untuk memastikan keandalan dan kecukupan pasokan, stabilitas, distribusi,” ujar Niti.

2. Tiga poin catatan untuk Pertamina

Ilustrasi SPBU Pertamina (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Meski memberikan penilaian positif, Niti menyampaikan beberapa catatan penting. Pertama, Pertamina harus menjamin distribusi merata, khususnya di jalur mudik. Kedua, diperlukan pengawasan ketat terhadap kualitas dan ketepatan takaran.

Ketiga, perusahaan diminta responsif dalam menangani aduan konsumen. Niti juga mengharapkan pemerintah dan Pertamina tetap menjaga ketahanan energi secara berkelanjutan, tidak terbatas pada momentum hari raya saja.

Di samping itu, YLKI meninjau fasilitas pendukung seperti Serambi MyPertamina di 43 titik strategis, mulai dari rest area hingga pelabuhan. Fasilitas itu dianggap memberikan nilai tambah bagi pemudik.

“Serambi MyPertamina menjadi penawaran layananan tambahan yang lebih istimewa untuk konsumen. Konsumen bisa memanfaatkan fasilitas tersebut, seperti cek kesehatan, kursi pijat, dan sebagainya,” kata dia.

3. Rincian armada dan infrastruktur Satgas RAFI 2026

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra mengecek layanan motoris Pertamina di SPBU Rest Area KM 57. (IDN Times/Trio Hamdani)

Satgas RAFI 2026 telah beroperasi secara resmi untuk mengamankan distribusi energi nasional mulai 9 Maret hingga 1 April 2026. Untuk mendukung kelancaran tersebut, Pertamina menyiagakan 7.885 SPBU, 6.777 Pertashop, 6.662 agen LPG, 757 SPBE, serta 223 agen minyak tanah.

Infrastruktur pendukung lainnya juga disiapkan, mencakup 96 unit layanan modular, 62 Kiosk Pertamina, 200 unit Motorist BBM, 2.701 outlet PDS Bright Gas, 200 unit mobil tangki siaga, dan 41 unit Serambi MyPertamina di seluruh wilayah Indonesia.

Editorial Team