Usaha rumahan kerap dipilih karena dinilai fleksibel, bermodal kecil, dan bisa dijalankan dari rumah oleh siapa saja. Di Indonesia, jenis usaha ini banyak diminati ibu rumah tangga, pekerja lepas, hingga karyawan yang ingin memiliki penghasilan tambahan di luar pekerjaan utama. Kemudahan akses media sosial dan platform digital juga membuat usaha rumahan terlihat semakin mudah dimulai.
Namun, di balik narasi tersebut, tidak sedikit usaha rumahan justru berhenti di tengah jalan pada tahun-tahun awal. Penyebabnya sering kali bukan karena produk tidak laku, melainkan karena kesalahan finansial sejak tahap perencanaan yang jarang disadari. Agar hal serupa tidak terulang, penting untuk memahami berbagai kesalahan finansial saat memulai usaha rumahan yang akan dibahas dalam artikel ini.
