Setelah momen Lebaran yang penuh kebahagiaan dan kebersamaan, tidak sedikit orang justru merasakan kondisi keuangan yang lebih berat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Fenomena ini sering terjadi karena lonjakan pengeluaran selama periode mudik dan perayaan yang tidak sepenuhnya disadari sejak awal. Berbagai kebutuhan seperti konsumsi, transportasi, hingga tradisi berbagi membuat arus kas keluar meningkat cukup signifikan dalam waktu singkat.
Sayangnya, tidak semua orang memiliki perencanaan keuangan yang matang sehingga pengeluaran sering kali melampaui batas kemampuan. Kondisi ini kemudian memicu apa yang sering disebut sebagai “financial hangover” setelah Lebaran. Lalu, apa saja alasan utama keuangan boros pasca Lebaran yang sering terjadi dan bagaimana cara mengatasinya?
