Di era side hustle dan budaya produktivitas, hobi sering dianggap sebagai potensi ladang cuan. Banyak cerita sukses yang menampilkan hobi berubah menjadi bisnis besar, seolah semua kesenangan bisa langsung dikonversi menjadi sumber penghasilan. Padahal, di balik narasi manis itu, ada banyak realitas yang jarang dibahas secara jujur.
Mengubah hobi menjadi sumber penghasilan gak selalu berarti meningkatkan kualitas hidup. Dalam banyak kasus, justru muncul tekanan baru yang menggerus esensi hobi itu sendiri. Perlu sudut pandang yang lebih realistis agar keputusan ini gak berujung penyesalan. Yuk, simak alasan-alasan logis kenapa gak semua hobi layak dipaksa menjadi sumber penghasilan!
