ilustrasi bendera China dan AS (pexels.com/Karola G)
USTR dalam pengumuman terbarunya menjelaskan bahwa tarif tambahan terhadap impor semikonduktor dari China akan mulai diberlakukan pada Juni 2027. Ketentuan mengenai besaran tarif baru tersebut akan diumumkan paling lambat 30 hari sebelum penerapan resmi.
Selama 18 bulan pertama sejak kebijakan diberlakukan, tarif tambahan itu akan tetap berada di tingkat nol persen. Besaran ini berada di atas tarif eksisting yang sudah mencapai 50 persen terhadap semikonduktor asal China sejak Januari 2025. Angka tersebut merupakan hasil penggandaan tarif oleh pemerintahan Presiden Joe Biden berdasarkan penyelidikan Section 301 terpisah pada periode sebelumnya.
Dengan demikian, tarif impor chip China akan terdiri dari dua lapisan, tarif dasar yang telah diberlakukan sejak era Biden, serta tambahan tarif baru yang akan mulai naik secara bertahap setelah pertengahan 2027. USTR menilai masa jeda ini penting untuk memberikan ruang penyesuaian bagi industri dalam negeri sekaligus mendukung kestabilan rantai pasok global.
Penundaan penerapan tarif penuh juga dipandang sebagai strategi politik yang memungkinkan Washington mempertahankan tekanan terhadap Beijing tanpa menimbulkan guncangan langsung terhadap pasar elektronik dunia.
Seorang analis perdagangan menilai langkah tersebut sebagai strategi seimbang untuk menjaga kepentingan ekonomi sekaligus menunjukkan sikap tegas terhadap praktik dagang China.
“Kebijakan ini membuat Beijing tetap berada di bawah tekanan, namun menghindari guncangan mendadak terhadap rantai pasok elektronik global,” katanya, dilansir South China Morning Post.