Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Robert Kiyosaki
Robert Kiyosaki (commons.wikimedia.org)

Intinya sih...

  • Properti sewa menjadi fondasi utama arus kas.

  • Bisnis berbasis sistem yang tetap berjalan tanpa pemilik.

  • Saham dan ETF dividen sebagai mesin pendapatan rutin.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Robert Kiyosaki, penulis buku Rich Dad Poor Dad, dikenal sebagai tokoh yang konsisten mengubah cara pandang banyak orang terhadap uang dan kekayaan. Ia menekankan bahwa aset bukan soal gengsi atau harga tinggi, melainkan kemampuan menghasilkan arus kas secara rutin. Prinsip ini menjadi semakin relevan menjelang 2026, ketika ketidakpastian ekonomi global masih membayangi banyak negara.

Dilansir New Trader U, Kiyosaki merumuskan sejumlah jenis aset yang dianggap paling efektif menghasilkan pendapatan tanpa keterlibatan aktif. Aset-aset ini dirancang agar tetap bekerja meski pemiliknya tidak hadir secara fisik setiap hari. Fokus utamanya bukan spekulasi, melainkan pendapatan yang konsisten dan berkelanjutan. Berikut lima aset penghasilan pasif terbaik pilihan Robert Kiyosaki yang dinilai relevan untuk membangun arus kas di tahun 2026.

1. Properti sewa menjadi fondasi utama arus kas

ilustrasi aset properti (freepik.com/jcomp)

Properti sewa disebut Robert Kiyosaki sebagai aset penghasilan pasif paling ideal untuk membangun kekayaan jangka panjang. Alasannya, real estat memungkinkan investor mengendalikan aset bernilai besar dengan modal awal yang relatif kecil melalui pembiayaan. Selama perhitungan matang, uang sewa bulanan dapat menjadi sumber pendapatan yang stabil dan berulang.

Kiyosaki menekankan pentingnya membeli properti yang langsung menghasilkan arus kas positif. Semua biaya, mulai dari cicilan, pajak, asuransi, hingga perawatan, harus tertutup oleh pendapatan sewa. Selain itu, properti sewa juga memiliki keuntungan pajak dan cenderung tahan terhadap inflasi, karena harga sewa biasanya ikut naik seiring waktu.

2. Bisnis berbasis sistem yang tetap berjalan tanpa pemilik

ilustrasi bisnis (freepik.com/rawpixel.com)

Dalam filosofi Kiyosaki, tidak semua bisnis bisa disebut aset penghasilan pasif. Ia membedakan antara bekerja di dalam bisnis dan memiliki bisnis yang sesungguhnya. Bisnis yang ideal adalah bisnis yang tetap menghasilkan keuntungan meski pemiliknya tidak terlibat langsung setiap hari.

Bisnis berbasis sistem, seperti waralaba atau perusahaan digital dengan proses otomatis, menjadi contoh yang sering ia sebutkan. Selama sistem dan tim manajemen berjalan baik, pemilik hanya perlu mengawasi strategi dan arah bisnis. Keuntungan yang dibagikan secara rutin inilah yang menjadikan bisnis sebagai sumber penghasilan pasif, bukan sekadar pekerjaan bergaji.

3. Saham dan ETF dividen sebagai mesin pendapatan rutin

ilustrasi investasi (pexels.com/Anna Nekrashevich)

Meski kekayaannya banyak berasal dari real estat, Robert Kiyosaki tidak menutup mata terhadap saham dividen. Ia mengategorikan saham jenis ini sebagai aset kertas yang mampu menghasilkan pendapatan pasif secara berkala. Fokus utama bukan pada kenaikan harga saham, melainkan konsistensi pembayaran dividen.

Saham berkapitalisasi besar dan exchange traded fund (ETF) berbasis dividen dinilai lebih stabil untuk tujuan arus kas. Selain likuid dan mudah dikembangkan, dividen juga dapat diinvestasikan kembali agar efek pertumbuhan majemuk semakin optimal. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip Kiyosaki yang menempatkan arus kas sebagai prioritas utama.

4. Royalti dan kekayaan intelektual bernilai jangka panjang

ilustrasi aset kekayaan intelektual (freepik.com/freepik)

Kekayaan intelektual menjadi salah satu aset penghasilan pasif favorit Robert Kiyosaki karena potensi skalanya yang besar. Aset ini diciptakan sekali, tetapi dapat menghasilkan pendapatan berulang dalam jangka waktu panjang. Contohnya meliputi buku, kursus daring, lisensi merek, hingga produk digital.

Meski membutuhkan usaha dan kreativitas besar di awal, kekayaan intelektual minim keterlibatan setelah sistem berjalan. Selama produk tetap relevan dan dibutuhkan pasar, royalti akan terus mengalir. Inilah yang membuat aset ini sering disebut sebagai bentuk pendapatan pasif dengan leverage tertinggi.

5. Surat utang dan pinjaman pribadi untuk pendapatan bunga

ilustrasi utang (freepik.com/rawpixel.com)

Robert Kiyosaki juga mendorong investor untuk memahami peran sebagai pemberi pinjaman, bukan hanya peminjam. Surat utang dan pinjaman pribadi memungkinkan seseorang memperoleh pendapatan bunga secara rutin. Dengan struktur yang tepat, aset ini dapat memberikan arus kas bulanan yang relatif stabil.

Pinjaman properti dan pembiayaan bisnis kecil sering dijadikan contoh dalam ajaran Kiyosaki. Risiko tetap ada, tetapi dapat ditekan dengan penggunaan agunan dan uji kelayakan yang ketat. Jika dikelola dengan benar, surat utang dapat menjadi pelengkap portofolio penghasilan pasif yang solid.

Kelima aset penghasilan pasif terbaik pilihan Robert Kiyosaki memiliki satu kesamaan utama, yakni menghasilkan arus kas tanpa bergantung pada kerja aktif. Pendekatan ini menuntut perubahan pola pikir dari mengejar gaji menjadi membangun sistem pendapatan. Pada akhirnya, kebebasan finansial tercapai saat penghasilan pasif mampu menutup seluruh kebutuhan hidup. Di situlah aset benar-benar bekerja untuk pemiliknya, bukan sebaliknya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team