Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Biusiness Hack: Teknik Flash Sale Jam Sahur Bikin Stok Cepat Ludes
ilustrasi promo akhir tahun (pexels.com/Tamanna Rumee)
  • Jam sahur ternyata jadi waktu strategis untuk flash sale karena minim kompetitor dan audiens lebih fokus, sehingga peluang konversi meningkat dibandingkan jam promosi biasa.
  • Kondisi setengah mengantuk membuat pembeli lebih impulsif; kombinasi diskon besar, countdown timer, dan stok terbatas efektif memicu keputusan cepat.
  • Keberhasilan bergantung pada teaser sebelum eksekusi, pemilihan produk yang tepat, serta kontrol margin agar penjualan meningkat tanpa merugikan bisnis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jam sahur sering dianggap sebagai waktu sepi transaksi karena mayoritas orang masih dalam kondisi mengantuk. Padahal justru di momen ini perhatian audiens cenderung lebih fokus dan tidak terlalu terdistraksi konten lain. Kebiasaan scrolling media sosial sambil menunggu imsak membuka peluang besar untuk promosi yang tepat sasaran.

Bagi pelaku usaha, ini adalah celah strategis yang belum banyak dimaksimalkan. Dengan pendekatan yang tepat, flash sale di jam sahur bisa menjadi mesin penggerak penjualan yang efektif. Bahkan stok lama yang sulit bergerak pun bisa habis dalam waktu singkat jika strategi dijalankan dengan disiplin.

1. Momentum sepi yang minim kompetitor

ilustrasi online shopping (pexels.com/MART PRODUCTION)

Jam sahur memiliki tingkat persaingan promosi yang jauh lebih rendah dibandingkan prime time malam hari. Tidak banyak brand yang aktif beriklan pada pukul tiga atau empat pagi. Situasi ini membuat pesan promosi lebih mudah terlihat dan tidak tenggelam di antara ratusan konten lainnya.

Selain itu, audiens yang aktif di jam tersebut biasanya benar-benar sedang online dan lebih responsif. Mereka membuka ponsel dengan perhatian penuh, bukan sekadar lewat. Momentum ini menciptakan peluang konversi yang lebih tinggi dibandingkan jam biasa.

2. Efek psikologis keputusan impulsif

ilustrasi kupon online shop (pexels.com/kaboompics)

Kondisi setengah mengantuk saat sahur membuat proses pengambilan keputusan cenderung lebih spontan. Ketika melihat diskon besar dengan waktu terbatas, dorongan membeli bisa meningkat drastis. Faktor urgensi dan keterbatasan stok memperkuat efek tersebut.

Countdown timer dan informasi stok tersisa memicu rasa takut kehabisan. Kombinasi ini efektif dalam meningkatkan penjualan dalam waktu singkat. Strategi ini bekerja karena memanfaatkan emosi pembeli, bukan hanya sekadar logika harga murah.

3. Strategi teaser sebelum eksekusi

ilustrasi cek reputasi toko online (pexels.com/AS Photography)

Flash sale yang sukses jarang terjadi tanpa pemberitahuan sebelumnya. Teaser sejak malam hari membantu membangun rasa penasaran dan ekspektasi audiens. Informasi seperti pengumuman jam mulai dapat membuat pelanggan bersiap dan menunggu.

Dengan membangun antisipasi, lonjakan traffic di awal periode flash sale bisa lebih maksimal. Momentum 10 menit pertama sangat krusial dalam menciptakan efek keramaian. Ketika transaksi mulai ramai, pembeli lain akan terdorong ikut melakukan pembelian.

4. Pemilihan produk yang cerdas

ilustrasi melakukan belanja online (pexels.com/Negative Space)

Tidak semua produk cocok untuk dijadikan bahan flash sale. Pilih stok lama, produk yang perputarannya lambat, atau paket bundling agar tujuan utamanya tetap menguntungkan. Strategi ini membantu membersihkan gudang tanpa merusak margin produk utama.

Produk yang dipilih juga sebaiknya memiliki daya tarik kuat dan kebutuhan tinggi. Dengan begitu, diskon terasa relevan dan tidak dipaksakan. Pemilihan produk yang tepat menentukan apakah flash sale sekadar ramai atau benar-benar menghasilkan keuntungan.

5. Kontrol margin dan frekuensi promo

ilustrasi belanja online di malam hari (pexels.com/Liza Summer)

Diskon besar memang menarik perhatian, tetapi tetap harus dihitung secara detail. Pastikan harga promo masih menutup biaya produksi, operasional, dan distribusi agar tidak merugikan bisnis. Flash sale yang sehat adalah yang meningkatkan arus kas, bukan sekadar mengejar angka penjualan.

Selain itu, jangan terlalu sering melakukan strategi ini. Jika terlalu rutin, pelanggan akan menunggu diskon dan enggan membeli di harga normal. Gunakan momentum sahur sebagai event khusus agar tetap terasa eksklusif dan dinantikan.

Flash sale jam sahur bukan sekadar diskon di waktu yang tidak biasa. Strategi ini memadukan momentum, psikologi konsumen, dan minimnya kompetisi dalam satu eksekusi yang terukur. Dengan perencanaan matang, stok gudang bisa bergerak lebih cepat tanpa mengganggu stabilitas bisnis.

Kunci keberhasilannya ada pada timing, pemilihan produk, dan pengendalian margin. Jika dilakukan secara disiplin dan tidak berlebihan, teknik ini bisa menjadi senjata rahasia untuk meningkatkan penjualan secara signifikan. Dalam bisnis, peluang sering datang di waktu yang tidak banyak dimanfaatkan orang lain.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team