Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
gedung Bank Tabungan Negara (btn.co.id)
gedung Bank Tabungan Negara (btn.co.id)

Intinya sih...

  • BTN akan mendirikan anak usaha asuransi umum dan pembiayaan

  • Membutuhkan modal hingga Rp5 triliun untuk pendirian anak usaha

  • Akan menerbitkan wholesale funding senilai Rp4 triliun dan melakukan penguatan permodalan Rp2 triliun

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) akan melakukan ekspansi bisnis tahun ini melalui pendirian anak perusahaan.

Bank BUMN yang berfokus pada sektor perumahan itu akan mendirikan anak perusahaan asuransi umum dan juga pembiayaan.

1. Butuh modal hingga Rp5 triliun

Gedung Bank BTN. (Dok/Istimewa).

Dalam ekspansi bisnis itu, Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu membeberkan perseroan membutuhkan modal Rp250 miliar untuk mendirikan anak usaha asuransi umum. Targetnya, rencana itu terealisasi pada semester II-2026.

Adapun untuk anak usaha pembiayaan, diperkirakan membutuhkan modal Rp3 triliun sampai Rp5 triliun, yang ditargetkan berdiri pada paruh kedua tahun ini.

“Kemudian kita ngusulkan ada penambahan kapital 1 di perusahaan asuransi dan pendirian anak usaha perusahaan pembiayaan seharia dan seterusnya,” tutur Nixon dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, di Jakarta, Senin (26/1/2026).

2. Cari pembiayaan Rp4 triliun

ilustrasi rupiah (unsplash.com/Mufid Majnun)

BTN juga mengumumkan akan menerbitkan wholesale funding senilai Rp4 triliun. Penerbitannya akan dilakukan secara bertahap.

Wholesale funding adalah metode yang digunakan bank untuk memperoleh modal dalam jumlah besar dari sumber non-ritel, seperti bank lain, institusi keuangan, atau pasar modal (obligasi), bukan dari tabungan nasabah individu.

3. BTN bakal tambah modal Rp2 triliun

Kantor pusat Kementerian BUMN. (IDN Times/VadhiaLidyana)

Nixon mengatakan, perusahaan juga akan melakukan penguatan permodalan senilai Rp2 triliun pada semester II-2026.

“Aksi korporasi yang akan kami lakukan di tahun 2026 ini, yaitu penerbitan capital lagi Rp 2 triliun, ini kita harapkan juga dibeli Danantara. Kemudian ada bonds Rp4 triliun atau wholesale funding,” ucap Nixon.

Editorial Team