Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cara Buffett Memilih Saham Undervalued dan Mengubahnya Jadi Cuan
Warren Buffett (instagram.com/officialwarrenbuffett)
  • Warren Buffett menilai saham undervalued dengan menghitung nilai intrinsik berdasarkan proyeksi arus kas masa depan yang didiskontokan ke nilai saat ini.
  • Ia menerapkan prinsip margin of safety, membeli saham jauh di bawah nilai wajarnya untuk meminimalkan risiko dan menjaga potensi keuntungan jangka panjang.
  • Buffett hanya berinvestasi pada bisnis yang ia pahami dan memiliki keunggulan kompetitif kuat, menekankan pentingnya disiplin serta fokus pada investasi jangka panjang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Investor legendaris Warren Buffett dikenal luas karena kemampuannya menemukan saham yang diperdagangkan di bawah nilai wajarnya (undervalued). Strategi ini menjadi salah satu kunci kesuksesannya dalam membangun kekayaan jangka panjang.

Namun, bagaimana sebenarnya Buffett menentukan apakah suatu saham layak disebut undervalued? Dan bagaimana cara investor biasa menerapkan pendekatan tersebut? Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Memahami nilai intrinsik (Intrinsic Value)

Ilustrasi pasar saham (freepik.com)

Langkah pertama dalam menemukan saham undervalued adalah mengetahui nilai sebenarnya dari sebuah perusahaan, atau yang disebut sebagai intrinsic value.

Menurut Buffett, nilai intrinsik dihitung dengan memperkirakan seluruh arus kas yang akan dihasilkan bisnis di masa depan, lalu mendiskontokannya ke nilai saat ini. Dengan kata lain, kamu mencoba menilai seberapa besar potensi keuntungan yang bisa dihasilkan perusahaan dalam jangka panjang.

Pendekatan ini memang tidak sederhana, tetapi memberikan gambaran lebih realistis dibanding hanya melihat harga saham di pasar.

2. Gunakan Margin of Safety untuk mengurangi risiko

Ilustrasi risiko investasi (freepik.com)

Setelah mengetahui estimasi nilai intrinsik, Buffett tidak langsung membeli saham tersebut pada harga tersebut. Ia biasanya menunggu hingga harga saham berada jauh di bawah nilai wajarnya, sering kali dengan diskon sekitar 30 persen.

Strategi ini dikenal sebagai margin of safety, yang berfungsi sebagai bantalan untuk mengurangi risiko jika perhitungan tidak sepenuhnya akurat atau kondisi pasar berubah.

3. Pilih perusahaan dengan keunggulan kompetitif

Ilustrasi seorang wanita memerhatikan pergerakan pasar saham (freepik.com)

Menilai masa depan perusahaan tidak cukup hanya dari laporan keuangan saat ini. Buffett juga memperhatikan apakah perusahaan memiliki keunggulan kompetitif yang kuat dan sulit ditiru oleh pesaing.

Keunggulan ini bisa berupa brand yang kuat, teknologi unik, atau model bisnis yang solid. Tujuannya adalah memastikan perusahaan tetap relevan dan diminati konsumen dalam jangka panjang.

4. Berinvestasi sesuai Circle of Competence

Ilustrasi investasi (freepik.com)

Salah satu prinsip penting Buffett adalah hanya berinvestasi pada bisnis yang benar-benar ia pahami. Konsep ini dikenal sebagai circle of competence.

Selama bertahun-tahun, ia bahkan menghindari saham teknologi karena merasa belum cukup memahami industrinya. Dengan memahami cara kerja bisnis, investor dapat membuat keputusan yang lebih rasional dan terukur.

Cara menerapkan strategi Buffett untuk investor pemula

Ilustrasi investasi (freepik.com)

Kamu tidak perlu menjadi miliarder untuk menerapkan strategi ini. Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan antara lain:

  • Pelajari laporan keuangan dan prospek bisnis perusahaan

  • Perhatikan estimasi analis untuk pertumbuhan ke depan

  • Tinjau laporan earnings call untuk memahami arah bisnis

  • Pastikan kamu memahami model bisnis perusahaan tersebut

  • Fokus pada investasi jangka panjang, bukan spekulasi jangka pendek

Meskipun tidak semua keputusan investasi akan selalu menghasilkan keuntungan, pendekatan disiplin ala Buffett dapat membantu meningkatkan peluang sukses dalam jangka panjang.

Strategi investasi Warren Buffett berfokus pada nilai, kesabaran, dan pemahaman mendalam terhadap bisnis. Dengan menerapkan prinsip seperti intrinsic value, margin of safety, keunggulan kompetitif, dan circle of competence, investor dapat mengambil keputusan yang lebih cerdas dan terarah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team