Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Strategi Warren Buffett Bertahan dan Untung saat Market Downturn

Strategi Warren Buffett Bertahan dan Untung saat Market Downturn
Warren Buffett (commons.wikimedia.org)
Intinya Sih
  • Warren Buffett berhasil menjaga dan menumbuhkan kekayaannya di tengah krisis dengan berpegang pada prinsip investasi sederhana tanpa bergantung pada prediksi pasar atau strategi kompleks.
  • Ia menekankan pentingnya mengendalikan emosi saat pasar bergejolak, melihat penurunan harga sebagai peluang membeli bisnis berkualitas dengan harga menarik.
  • Buffett fokus pada investasi jangka panjang dan memilih perusahaan dengan keunggulan kompetitif kuat yang mampu bertahan menghadapi perlambatan ekonomi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Penurunan pasar saham secara signifikan atau downturn sering menjadi ujian terbesar bagi investor, bahkan bagi mereka yang paling disiplin sekalipun. Nilai portofolio menyusut, sentimen pasar berubah negatif, dan rasa takut kerap menggantikan strategi investasi jangka panjang.

Namun sepanjang berbagai resesi, krisis keuangan, hingga periode ketidakpastian ekonomi global, investor legendaris Warren Buffett justru mampu mempertahankan sekaligus meningkatkan kekayaannya secara konsisten.

Pendekatan investasi Buffett tidak bergantung pada prediksi waktu pasar (market timing) maupun strategi rumit. Sebaliknya, kesuksesannya bertumpu pada prinsip sederhana yang terus ia ulang selama puluhan tahun melalui surat kepada pemegang saham, wawancara, dan pertemuan tahunan Berkshire Hathaway — prinsip yang tetap relevan bahkan setelah ia pensiun sebagai CEO.

1. Mengendalikan emosi saat pasar bergejolak

Strategi Warren Buffett Bertahan dan Untung saat Market Downturn
Ilustrasi ketakutan dalam hal finansial (freepik.com)

Salah satu nasihat Buffett yang paling terkenal berbunyi: “Be fearful when others are greedy, and greedy when others are fearful", yang artinya "takutlah ketika orang lain sedang tamak, dan tamaklah ketika orang lain sedang takut". Meski terdengar sederhana, menerapkannya dalam kondisi pasar nyata bukan hal mudah.

Ketika pasar jatuh, banyak investor memilih menjual aset untuk menghindari kerugian lebih besar. Buffett justru melihat situasi tersebut sebagai peluang membeli perusahaan berkualitas dengan harga diskon.

Dengan menjaga keputusan investasi tetap rasional dan tidak dipengaruhi kepanikan pasar, ia mampu menghindari kesalahan umum seperti menjual saat harga rendah atau membeli ketika euforia sedang tinggi. Menurut Buffett, emosi sering menjadi musuh terbesar investor. Ketakutan memicu keputusan tergesa-gesa, sementara optimisme berlebihan mendorong pembelian di harga mahal.

2. Fokus pada investasi jangka panjang

Strategi Warren Buffett Bertahan dan Untung saat Market Downturn
Ilustrasi portofolio investasi (freepik.com)

Buffett dikenal hampir tidak pernah terpengaruh oleh fluktuasi pasar jangka pendek. Ia bahkan pernah menyatakan, periode kepemilikan favoritnya adalah selamanya.

Pendekatan ini menjadi sangat efektif saat pasar mengalami koreksi. Alih-alih memikirkan kinerja kuartalan atau berita harian, Buffett lebih menilai potensi bisnis dalam lima hingga dua puluh tahun ke depan.

Selama fundamental perusahaan tetap kuat, penurunan harga saham sementara tidak dianggap sebagai ancaman, melainkan bagian alami dari siklus pasar. Perspektif jangka panjang ini juga mengurangi kebutuhan untuk terus mengubah strategi investasi, memungkinkan efek compounding bekerja secara optimal seiring waktu.

3. Memilih bisnis berkualitas dengan keunggulan kompetitif

Strategi Warren Buffett Bertahan dan Untung saat Market Downturn
Ilustrasi bisnis (freepik.com)

Buffett tidak serta-merta membeli saham murah. Ia hanya berinvestasi pada perusahaan yang memiliki apa yang disebutnya sebagai economic moat — keunggulan kompetitif berkelanjutan yang mampu melindungi profit perusahaan dalam jangka panjang.

Perusahaan dengan merek kuat, basis pelanggan loyal, kemampuan menentukan harga, serta arus kas stabil cenderung lebih tahan menghadapi perlambatan ekonomi dibandingkan pesaingnya. Buffett kerap mencontohkan perusahaan seperti Coca-Cola dan American Express sebagai bisnis yang mampu bertahan bahkan dalam kondisi ekonomi paling menantang.

Pada akhirnya, keberhasilan Warren Buffett menghadapi market downturn bukan berasal dari kemampuan menebak arah pasar, melainkan dari disiplin, kesabaran, dan fokus pada nilai jangka panjang. Prinsip inilah yang tetap relevan bagi investor di tengah ketidakpastian pasar modern.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More