Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cara Menghitung THR Prorata, Lengkap dari Aturan sampai Contoh
ilustrasi uang rupiah (pexels.com/bangunstockproduction)

Intinya sih...

  • THR prorata diberikan secara proporsional berdasarkan lama masa kerja, berlaku bagi pekerja dengan masa kerja di bawah 12 bulan.

  • Aturan THR prorata diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016, wajib dibayarkan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya.

  • Besaran THR dipengaruhi oleh masa kerja, gaji pokok bulanan, tunjangan tetap, status dan jenis hubungan kerja, serta kebijakan internal perusahaan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Menjelang Ramadan, Tunjangan Hari Raya (THR) selalu menjadi topik yang paling banyak dibicarakan oleh para pekerja di Indonesia. Mulai dari pertanyaan soal siapa yang berhak menerima THR, kapan waktu pencairannya, hingga berapa nominal yang akan diterima, semuanya kerap muncul di berbagai diskusi. Kebingungan biasanya dirasakan oleh karyawan dengan masa kerja di bawah satu tahun karena THR yang diterima tidak penuh satu kali gaji.

Sistem perhitungan prorata membuat nominal THR berbeda-beda, tergantung lama masa kerja dan komponen gaji. Padahal, aturan mengenai THR prorata sudah diatur secara jelas dalam regulasi ketenagakerjaan yang berlaku. Oleh karena itu, penting bagi pekerja untuk memahami cara menghitung THR prorata dengan tepat melalui penjelasan lengkap berikut ini.

1. Apa Itu THR Prorata dan siapa yang berhak menerimanya?

ilustrasi uang (pixabay.com/Iqbal Nuril Anwar)

THR prorata adalah Tunjangan Hari Raya yang diberikan kepada karyawan secara proporsional berdasarkan lama masa kerja. Skema ini berlaku bagi pekerja yang belum memiliki masa kerja 12 bulan penuh di perusahaan tempatnya bekerja. Dengan kata lain, nominal THR yang diterima tidak utuh satu kali gaji, melainkan disesuaikan dengan durasi kerja.

Konsep prorata sendiri berarti pembagian secara sebanding atau proporsional. Dalam konteks ketenagakerjaan, sistem ini bertujuan memberikan keadilan bagi pekerja baru agar tetap mendapatkan THR meskipun belum bekerja selama satu tahun. Jadi, karyawan baru tetap memiliki hak atas THR, hanya saja besarannya disesuaikan.

2. Aturan THR prorata yang berlaku di Indonesia

ilustrasi uang rupiah (pixabay.com/Iqbal Nuril Anwar)

Aturan mengenai THR prorata diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016. Dalam peraturan tersebut dijelaskan, pekerja dengan masa kerja 12 bulan atau lebih berhak menerima THR sebesar satu bulan upah. Sementara itu, pekerja dengan masa kerja kurang dari 12 bulan tetap berhak menerima THR secara prorata.

Regulasi ini berlaku untuk pekerja dengan status karyawan tetap maupun kontrak selama memenuhi syarat masa kerja. Selain itu, perusahaan wajib membayarkan THR paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan. Jika perusahaan tidak menjalankan kewajiban ini, ada sanksi administratif hingga denda yang bisa dikenakan.

3. Faktor yang mempengaruhi besar kecilnya THR prorata

ilustrasi rekan kerja (pexels.com/Canva Studio)

Besaran THR prorata yang diterima setiap karyawan tidak selalu sama, meskipun sama-sama berstatus pekerja aktif. Hal ini karena perhitungan THR dipengaruhi oleh beberapa faktor penting yang saling berkaitan. Memahami faktor-faktor ini akan membantu kamu memahami logika di balik cara menghitung THR prorata secara adil dan sesuai aturan.

a. Lama masa kerja di perusahaan

Masa kerja menjadi faktor paling utama dalam cara menghitung THR prorata. Semakin lama karyawan bekerja dalam satu tahun berjalan, semakin besar porsi THR yang berhak diterima. Misalnya, karyawan dengan masa kerja sembilan bulan tentu memperoleh THR lebih besar dibandingkan karyawan yang baru bekerja tiga bulan.

b. Besaran gaji pokok bulanan

Gaji pokok menjadi dasar utama perhitungan THR prorata di banyak perusahaan. Jika gaji pokok kamu lebih tinggi, otomatis nominal THR prorata yang diterima juga akan lebih besar. Oleh karena itu, perbedaan gaji antar karyawan bisa menghasilkan THR prorata yang berbeda meskipun masa kerjanya sama.

c. Keberadaan tunjangan tetap

Selain gaji pokok, tunjangan tetap juga memengaruhi cara menghitung THR prorata. Tunjangan tetap yang rutin diterima setiap bulan, seperti tunjangan jabatan atau keluarga, biasanya ikut diperhitungkan. Namun, hal ini kembali bergantung pada kebijakan internal perusahaan.

d. Status dan jenis hubungan kerja

Status pekerjaan, seperti karyawan tetap atau kontrak, juga memengaruhi besaran THR prorata. Pada dasarnya, kedua status tersebut tetap berhak menerima THR selama memenuhi syarat masa kerja. Namun, detail perhitungannya bisa disesuaikan dengan isi perjanjian kerja masing-masing.

e. Kebijakan internal perusahaan

Setiap perusahaan memiliki kebijakan berbeda terkait THR prorata. Ada perusahaan yang hanya mengikuti ketentuan minimum pemerintah, tetapi ada juga yang memberikan THR lebih besar sebagai bentuk apresiasi. Karena itu, penting bagi karyawan untuk memahami peraturan perusahaan atau perjanjian kerja sejak awal.

Sebagai kesimpulan, cara menghitung THR prorata tidak hanya bergantung pada satu aspek saja. Kombinasi masa kerja, komponen gaji, status kerja, dan kebijakan perusahaan akan menentukan nominal akhir THR yang diterima. Dengan memahami faktor-faktor ini, kamu bisa menilai apakah THR prorata yang diterima sudah sesuai ketentuan atau perlu dikonfirmasi ke pihak perusahaan.

4. Cara menghitung THR prorata sesuai ketentuan

ilustrasi uang rupiah (pixabay.com/Sewupari Studio)

Setelah memahami pengertian, aturan, dan faktor yang memengaruhi besaran THR, langkah berikutnya adalah mengetahui cara menghitung THR prorata secara tepat. Perhitungan ini penting agar karyawan bisa memperkirakan hak yang akan diterima menjelang hari raya. Dengan memahami rumusnya, kamu juga bisa mengecek apakah nominal THR yang diberikan perusahaan sudah sesuai ketentuan.

Rumus cara menghitung THR prorata:

THR Prorata = (Masa kerja dalam bulan ÷ 12) × (Gaji pokok + tunjangan tetap)

Masa kerja dihitung sejak hari pertama bekerja hingga waktu pembayaran THR. Sementara itu, komponen gaji yang digunakan umumnya adalah gaji pokok ditambah tunjangan tetap yang diterima secara rutin setiap bulan, sesuai kebijakan perusahaan.

Dengan menggunakan rumus tersebut, cara menghitung THR prorata menjadi lebih transparan dan mudah dipahami. Karyawan tidak perlu lagi menebak-nebak besaran THR yang akan diterima karena semuanya bisa dihitung secara mandiri. Pemahaman ini juga membantu pekerja bersikap lebih siap dan rasional dalam merencanakan keuangan jelang hari raya.

5. Contoh perhitungan THR prorata agar tidak salah hitung

Potret uang rupiah (pexels.com/Ahsanjaya)

Agar cara menghitung THR prorata lebih mudah dipahami, contoh perhitungan berikut bisa menjadi gambaran praktis bagi karyawan. Simulasi ini membantu melihat bagaimana masa kerja dan komponen gaji memengaruhi nominal THR yang diterima. Dengan contoh konkret, kamu bisa langsung mencocokkannya dengan kondisi kerja masing-masing.

Contoh perhitungan THR prorata:

Seorang karyawan memiliki gaji pokok Rp6 juta per bulan dan tunjangan tetap Rp1 juta per bulan. Jika masa kerja karyawan tersebut adalah enam bulan, maka total upah bulanan yang menjadi dasar perhitungan THR adalah Rp7 juta.

Cara menghitung THR prorata:

(6 ÷ 12) × Rp7.000.000 = Rp3.500.000

Artinya, karyawan dengan masa kerja enam bulan berhak menerima THR prorata sebesar Rp3,5 juta. Jika masa kerja bertambah menjadi sembilan bulan dengan komponen gaji yang sama, maka perhitungannya menjadi (9 ÷ 12) × Rp7.000.000 atau sebesar Rp5.250.000.

Dari contoh tersebut terlihat bahwa cara menghitung THR prorata sangat bergantung pada lama masa kerja dan komponen gaji. Semakin lama karyawan bekerja, semakin besar pula nominal THR yang diterima. Dengan memahami contoh ini, karyawan dapat menghitung THR secara mandiri dan memastikan haknya diterima sesuai ketentuan.

Memahami cara menghitung THR prorata penting bagi setiap pekerja, terutama karyawan yang masa kerjanya belum genap satu tahun. Dengan mengetahui aturan, faktor yang memengaruhi, serta contoh perhitungannya, kamu bisa memastikan hak THR diterima sesuai ketentuan dan terhindar dari kesalahpahaman dengan perusahaan. Pada akhirnya, pemahaman ini membantu pekerja lebih siap secara finansial dan lebih percaya diri saat menerima THR menjelang hari raya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team