ilustrasi rekan kerja (pexels.com/Canva Studio)
Besaran THR prorata yang diterima setiap karyawan tidak selalu sama, meskipun sama-sama berstatus pekerja aktif. Hal ini karena perhitungan THR dipengaruhi oleh beberapa faktor penting yang saling berkaitan. Memahami faktor-faktor ini akan membantu kamu memahami logika di balik cara menghitung THR prorata secara adil dan sesuai aturan.
a. Lama masa kerja di perusahaan
Masa kerja menjadi faktor paling utama dalam cara menghitung THR prorata. Semakin lama karyawan bekerja dalam satu tahun berjalan, semakin besar porsi THR yang berhak diterima. Misalnya, karyawan dengan masa kerja sembilan bulan tentu memperoleh THR lebih besar dibandingkan karyawan yang baru bekerja tiga bulan.
b. Besaran gaji pokok bulanan
Gaji pokok menjadi dasar utama perhitungan THR prorata di banyak perusahaan. Jika gaji pokok kamu lebih tinggi, otomatis nominal THR prorata yang diterima juga akan lebih besar. Oleh karena itu, perbedaan gaji antar karyawan bisa menghasilkan THR prorata yang berbeda meskipun masa kerjanya sama.
c. Keberadaan tunjangan tetap
Selain gaji pokok, tunjangan tetap juga memengaruhi cara menghitung THR prorata. Tunjangan tetap yang rutin diterima setiap bulan, seperti tunjangan jabatan atau keluarga, biasanya ikut diperhitungkan. Namun, hal ini kembali bergantung pada kebijakan internal perusahaan.
d. Status dan jenis hubungan kerja
Status pekerjaan, seperti karyawan tetap atau kontrak, juga memengaruhi besaran THR prorata. Pada dasarnya, kedua status tersebut tetap berhak menerima THR selama memenuhi syarat masa kerja. Namun, detail perhitungannya bisa disesuaikan dengan isi perjanjian kerja masing-masing.
e. Kebijakan internal perusahaan
Setiap perusahaan memiliki kebijakan berbeda terkait THR prorata. Ada perusahaan yang hanya mengikuti ketentuan minimum pemerintah, tetapi ada juga yang memberikan THR lebih besar sebagai bentuk apresiasi. Karena itu, penting bagi karyawan untuk memahami peraturan perusahaan atau perjanjian kerja sejak awal.
Sebagai kesimpulan, cara menghitung THR prorata tidak hanya bergantung pada satu aspek saja. Kombinasi masa kerja, komponen gaji, status kerja, dan kebijakan perusahaan akan menentukan nominal akhir THR yang diterima. Dengan memahami faktor-faktor ini, kamu bisa menilai apakah THR prorata yang diterima sudah sesuai ketentuan atau perlu dikonfirmasi ke pihak perusahaan.