Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi emas (pexels.com/Michael Steinberg)
ilustrasi emas (pexels.com/Michael Steinberg)

Intinya sih...

  • Perhatikan permintaan industri logam mulia.

  • Analisis riwayat volatilitas harga untuk menentukan stabilitas investasi.

  • Bandingkan spread harga dan biaya transaksi, serta cek likuiditas dari logam mulia.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Investasi logam mulia bukan hanya terbatas pada emas, sebab ada berbagai pilihan, seperti platinum, perak, dan palladium yang juga menawarkan potensi keuntungan menarik. Namun, setiap jenis logam memiliki karakteristik, risiko, dan pergerakan harga yang berbeda, sehingga perlu dipahami sebelum menempatkan dana di dalamnya.

Pasar logam mulia memiliki faktor penggerak yang spesifik, mulai dari permintaan industri hingga kebijakan ekonomi global yang bisa mengubah harga secara tiba-tiba. Oleh sebab itu, nerikut ini merupakan beberapa cara untuk menilai kelayakan investasi logam mulia selain emas agar investasimu lebih stabil dan terukur.

1. Perhatikan permintaan industri

ilustrasi emas (pexels.com/Michael Steinberg)

Permintaan industri menjadi faktor besar dalam menentukan nilai logam mulia karena penggunaan pada sektor teknologi dan manufaktur kerap memengaruhi kelangkaan, serta harga yang ada di pasaran. Jika sebuah logam sangat bergantung pada kebutuhan industri tertentu, maka perubahan tren teknologi bisa meningkatkan atau pun menurunkan nilainya dengan cepat.

Kamu perlu melihat apakah logam tersebut digunakan secara luas atau hanya pada sektor industri yang mudah berubah. Semakin luas penggunaan komersialnya, maka semakin stabil tingkat permintaan yang akan menopang nilai investasinya.

2. Analisis riwayat volatilitas harga

ilustrasi emas (unsplash.com/Scottsdale Mint)

Logam mulia pasti memiliki tingkat volatilitas yang berbeda-beda, sehingga penting untuk melihat grafik harga selama beberapa tahun terakhir. Riwayat ini juga akan menunjukkan bagaimana logam bereaksi terhadap gejala ekonomi, seperti inflasi, krisis, atau perubahan kebijakan pemerintah.

Volatilitas yang terlalu tinggi mungkin menawarkan potensi keuntungan besar, namun tidak ideal untuk para investor pemula yang lebih memerlukan kestabilan. Sementara logam dengan skala kualitas rendah cenderung lebih aman, meski memang tidak perlu memberikan imbal hasil yang cepat.

3. Bandingkan spread harga dan biaya transaksi

ilustrasi perak (unsplash.com/Scottsdale Mint)

Setiap transaksi logam mulia pasti memiliki spread, yaitu selisih harga jual dan harga beli yang dikenakan oleh penjual atau platform investasi. Spread yang terlalu lebar akan mengurangi potensi keuntungan karena kamu memerlukan kenaikan harga yang lebih besar untuk mencapai titik impas.

Bukan hanya spread, namun kamu juga perlu memperhatikan biaya penyimpanan, sertifikasi, hingga premi tambahan yang mungkin diberikan pada logam tertentu. Logam mulia yang di perdagangkan pada umumnya memiliki biaya yang lebih tinggi karena ketersediaannya terbatas.

4. Cek likuiditas dari logam mulia

ilustrasi palladium (pexels.com/Engin Akyurt)

Likuiditas sekarang menjadi faktor penting karena menentukan seberapa mudah kamu bisa menjual logam tersebut pada saat memerlukan dana. Logam dengan permintaan yang rendah atau tidak populer pada umumnya lebih sulit dijual, sehingga berpotensi menghambat pergerakan portofoliomu.

Coba carilah logam yang lebih likuid agar kamu bisa berinvestasi tanpa rasa khawatir terkait proses pencairannya. Kemudahan penjualan pada umumnya dipengaruhi oleh keberadaan pasar yang aktif, jumlah pembeli, hingga platform yang menyediakan layanan investasi untuk logam tersebut.

Menilai kelayakan investasi logam mulia selain emas memerlukan pemahaman yang mendalam. Justru dengan mempertimbangkan berbagai aspek yang ada, maka kamu pun bisa membuat keputusan investasi yang lebih matang dan sesuai dengan tujuan keuanganmu. Pendekatan yang terukur akan membantumu membangun portofolio logam mulia yang lebih kuat dan stabil!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team