Jakarta, IDN Times - Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah bukan menjadi alasan Presiden Prabowo Subianto membacakan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) pada Rabu (20/5/2026). Memang, kehadiran Prabowo menjadi sebuah anomali karena sebelumnya pidato Kem-PPKF hanya disampaikan Menteri keuangan
"Saya melihat tidak dalam satu aspek pelemahan rupiah itu membuat Bapak Presiden harus membacakan sendiri KEM PPKF," kata Misbakhun di Gedung DPR RI, Jakarta.
Misbakhun mengatakan, Prabowo punya perhatian khusus pada penyusunan APBN, sehingga memilih menyampaikan KEM PPFK langsung. Lagipula, menurut Misbakhun, setiap tahun Menteri Keuangan menyampaikan KEM PPKF atas nama Presiden Republik Indonesia (RI).
"Presiden, bahwa APBN itu mulai dari awal, menjadi sebuah policy yang sungguh-sungguh untuk disampaikan kepada masyarakat secara luas yang harus dilakukan secara langsung oleh Bapak Presiden," ujar Misbakhun.
Di sisi lain, dia menuturkan, nilai tukar hanya salah satu dari berbagai komponen asumsi makro untuk penyusunan APBN.
"Nilai tukar itu hanya salah satu aspek di dalam kerangka ekonomi makro kita," kata Misbakhun.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih melanjutkan pelemahan hingga pagi ini. Terpantau pada pukul 09.15 WIB, nilai tukar rupiah melemah 10 poin atau 0,06 persen ke Rp17.716 per dolar AS. Pada perdagangan Selasa (19/5/2026), rupiah melemah 38 poin atau 0,22 persen ke Rp17.706 per dolar AS.
