Jakarta, IDN Times – Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI), Senin (23/2). Inisiatif ini bertujuan memperkuat fondasi ekonomi dan keuangan digital nasional, sekaligus menjawab tantangan literasi, keamanan, dan inklusi di tengah pesatnya pertumbuhan transaksi digital.
Program tersebut diinisiasi BI bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), Asosiasi Penyelenggara Uang Virtual Indonesia (APUVINDO), serta Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI).
Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Dicky Kartikoyono, menyampaikan ekonomi digital Indonesia memasuki fase akselerasi sejak implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025–2030.
“Sejak BSPI 2025–2030 berjalan, pertumbuhan ekonomi dan keuangan digital kita sangat kuat. Volume transaksi QRIS hampir mencapai 300 miliar per tahun dengan nilai lebih dari Rp50 triliun,” ujar Dicky.
