QRIS Tembus 60 Juta Pengguna, Perry Warjiyo Kenang Awal Mula QRIS

- Bank Indonesia mencatat pengguna QRIS telah menembus 60 juta orang dan kini bisa digunakan di beberapa negara, menunjukkan adopsi luas sistem pembayaran digital nasional.
- Perry Warjiyo mengenang awal mula QRIS yang lahir dari ide mempermudah transaksi digital pada 2019, sebelum pandemi COVID-19 mempercepat transformasi keuangan digital di Indonesia.
- QRIS kini terhubung lintas negara seperti Malaysia, Thailand, Singapura, dan Jepang, dengan rencana ekspansi ke China, Korea Selatan, India, serta Arab Saudi melalui kolaborasi sistem pembayaran BI.
Jakarta, IDN Times - Bank Indonesia menyebut penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) kian meluas karena sistem pembayaran digital tersebut telah digunakan hampir 60 juta orang dan sudah dapat dipakai hingga ke sejumlah negara.
Gubernur BI Perry Warjiyo menceritakan lahirnya QRIS berawal dari gagasan besar untuk mempermudah transaksi keuangan melalui teknologi digital. Ide tersebut muncul pada 2019, sekitar 10 bulan sebelum pandemi COVID-19 melanda Indonesia.
“Di tahun 2019, kita 10 bulan sebelum COVID. Belum ada (pembayaran) digital di Indonesia. Ingat nggak? Nggak ada QRIS, adanya Krisdayanti (penyanyi),” kata Perry dalam peresmian soft launching Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) di Kantor BI, Senin (23/2/2026).
1. BI wujudkan sistem pembayaran terpadu

Berangkat dari gagasan tersebut, BI kemudian merancang visi dan langkah konkret untuk mewujudkan sistem pembayaran terpadu. Pada 2019, bank sentral meluncurkan cetak biru sistem pembayaran digital Indonesia periode 2019–2025 sebagai fondasi pengembangannya.
Gebrakan besarnya adalah di 17 Agustus 2019, Bank Indonesia memproklamirkan QR Indonesia Standard (QRIS) sebagai pelayanan digital pembayaran di Indonesia.
"Salah satunya 17 Agustus 2019, Kita memproklamirkan satu bahasa pelayanan digital pembayaran. Namanya QR Indonesian Standard. Namanya QRIS, dibacanya kris, bukan kiyu ris," ucap Perry.
2. Keberhasilan QRIS telah melalui proses yang panjang

Menurut dia, keberhasilan QRIS merupakan proses panjang dari gagasan yang dijadikan visi, lalu diterjemahkan ke dalam aksi nyata hingga akhirnya terwujud.
“From the dream, to be vision, to be action. And end up to be reality. Itu lah mimpi yang menjadi visi, aksi, dengan sinergi, kolaborasi akhirnya membuat reality,” tuturnya.
3. QRIS sudah merambah ke berbagai negara

Ia menjelaskan saat ini penggunaan QRIS sudah merambah ke sejumlah negara seperti Malaysia, Thailand, Singapura, dan Jepang. Ke depan, BI menargetkan ekspansi ke negara lain, antara lain China, Korea Selatan, India, hingga Arab Saudi.
Ia menambahkan, pengembangan QRIS dan BI-FAST turut didukung oleh Standard National Open API (SNAP) serta layanan perbankan digital yang terintegrasi.
“Itu adalah legacy. From where (is) this legacy? From dreaming. Menjadi visi blueprint sistem pembayaran di Indonesia, menjadi aksi, QRIS, BI-FAST, SNAP,” ujar Perry.


















