ilustrasi emas (pexels.com/Zlaťáky.cz)
Periode setelah pandemik menghadirkan dinamika pasar yang jauh berbeda dibandingkan era sebelumnya. Data Goldman Sachs menunjukkan emas menjadi aset dengan performa terbaik dalam rentang 2020–2025.
Return tahunan emas mencapai sekitar 18,4 persen, menjadikannya yang paling cuan di era ini. Kondisi inflasi tinggi, ketegangan geopolitik, dan perubahan kebijakan moneter ikut mendorong lonjakan harga emas.
Saham global tetap mencatatkan pertumbuhan kuat dengan return sekitar 12,5 persen per tahun, meski volatilitasnya meningkat. Di sisi lain, obligasi pemerintah global justru mengalami tekanan berat dan mencatatkan return negatif. Kenaikan suku bunga yang agresif berdampak langsung pada penurunan harga obligasi. Sementara itu, real estate dan obligasi korporasi menunjukkan kinerja yang relatif lemah dibandingkan periode sebelumnya.
Data dari Goldman Sachs menunjukkan, tidak ada satu aset yang selalu unggul di semua era. Private markets berjaya dalam jangka panjang, saham mendominasi pasca krisis finansial global, dan emas menjadi pemenang di era pascapandemik.
Perubahan kondisi ekonomi global membuat pola cuan ikut bergeser dari waktu ke waktu. Bagi kamu, pelajaran terpentingnya adalah memahami konteks sebelum berinvestasi. Dengan begitu, strategi investasi bisa lebih adaptif dan relevan dengan zamannya.