Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Harga Emas Antam Naik Rp7.000, Dibanderol Rp2,850 Juta per Gram
Etalase yang memajang imitasi emas antam di Toko Butik Emas Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • Harga emas Antam naik Rp7.000 menjadi Rp2,850 juta per gram, sementara harga buyback juga meningkat Rp27 ribu menjadi Rp2,507 juta per gram.
  • Emas dinilai efektif untuk diversifikasi portofolio karena nilainya cenderung berlawanan arah dengan saham atau properti, sehingga bisa menjaga stabilitas aset investor.
  • Investasi emas cocok bagi investor konservatif karena risikonya lebih rendah dibanding saham, namun kurang ideal untuk tujuan jangka pendek akibat selisih harga jual dan beli.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Harga emas logam mulia (LM) PT Aneka Tambang Tbk atau Antam naik Rp7.000 pada perdagangan Rabu (25/3/2026). Dengan kenaikan ini, harga emas Antam sekarang dibanderol Rp2,850 juta per gram.

Sementara itu, berdasarkan data situs Logam Mulia, harga buyback naik Rp27 ribu, sehingga dibanderol Rp2,507 juta per gram. Harga buyback emas harus merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.10/2017.

1. Rincian harga emas hari ini

Berikut harga emas batangan Antam per hari ini dalam pecahan lain:

  • Harga emas 0,5 gram: Rp1,475 juta

  • Harga emas 1 gram: Rp2,850 juta

  • Harga emas 2 gram: Rp5,640 juta

  • Harga emas 3 gram: Rp8,435 juta

  • Harga emas 5 gram: Rp14,025 juta

  • Harga emas 10 gram: Rp27,995 juta

  • Harga emas 25 gram: Rp69,862 juta

  • Harga emas 50 gram: Rp139,645 juta

  • Harga emas 100 gram: Rp279,212 juta

  • Harga emas 250 gram: Rp697,765 juta

  • Harga emas 500 gram: Rp1,395,32 miliar

  • Harga emas 1.000 gram: Rp2,790 miliar

2. Emas jadi investasi untuk diversifikasi portofolio

Emas bisa menjadi instrumen yang sangat berguna untuk mendiversifikasi portofolio investasi. Selain karena merupakan logam mulia yang banyak diminati, nilai emas juga cenderung bertolak belakang dengan aset investasi lain seperti ekuitas atau properti.

Dengan demikian, pada saat harga saham atau properti turun, nilai emas kemungkinan besar akan naik sehingga investor yang telah mendiversifikasi investasinya ke emas bisa bernapas lega, karena tidak semua aset yang dimiliki melemah nilainya.

Menurut MoneyWeek, emas juga bisa disebut sebagai asuransi untuk portofolio seorang investor. Dengan begitu, setidaknya seorang investor harus mengalokasikan sekitar lima hingga 15 persen dari portofolionya untuk investasi emas.

3. Investasi emas bisa jadi pilihan investor konservatif

Berinvestasi emas sering kali menjadi pilihan, terutama bagi para investor konservatif. Selain mudah, investasi emas juga cenderung aman karena risiko yang dimiliki tidak setinggi investasi pada instrumen saham.

Nah, sebelum kamu memulai investasi, tentukan lebih dulu apa tujuan investasimu. Jika investasi untuk jangka pendek, tentu instrumen emas tidak cocok karena ada selisih harga jual dan harga beli

Editorial Team