Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Fakta Emas dalam Investasi yang Jarang Diketahui

4 Fakta Emas dalam Investasi yang Jarang Diketahui
ilustrasi emas (pexels.com/Sergei Starostin)
Intinya Sih
  • Harga emas tidak selalu naik karena dipengaruhi faktor ekonomi global, nilai tukar, dan suku bunga, sehingga investor perlu bersikap realistis terhadap potensi fluktuasinya.
  • Emas tidak menghasilkan pendapatan pasif seperti dividen atau sewa, melainkan hanya memberi keuntungan dari selisih harga jual dan beli yang diperoleh investor.
  • Biaya penyimpanan dan perbedaan likuiditas antara emas batangan serta perhiasan perlu diperhitungkan agar strategi investasi tetap efisien dan sesuai tujuan keuangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Emas sering dianggap sebagai aset aman yang digunakan untuk memproteksi nilai kekayaan yang dimiliki seseorang. Banyak investor mungkin kerap menjadikan emas sebagai pilihan utama pada saat kondisi ekonomi sedang tidak menentu, sebab menganggap bahwa nilai pada emas bisa bertahan dalam jangka waktu lama.

Di balik popularitasnya, ternyata terdapat fakta tentang emas yang jarang dibahas secara mendalam dan mungkin tidak diketahui oleh banyak investor pemula. Pahamilah beberapa fakta emas berikut ini dalam dunia investasi yang mungkin jarang diketahui, sehingga bisa membantu investor dalam mengambil keputusan secara bijak dalam mengelola asetnya.

1. Harga emas tidak selalu naik

ilustrasi emas (unsplash.com/Scottsdale Mint)
ilustrasi emas (unsplash.com/Scottsdale Mint)

Banyak orang beranggapan bahwa harga emas akan selalu mengalami kenaikan dari waktu ke waktu, sehingga banyak dipilih sebagai aset andalan. Padahal, harga emas tetap saja akan mengalami fluktuasi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi global, sehingga hal inilah yang patut dipahami oleh para investor.

Dalam jangka pendek, harga emas bisa saja turun akibat adanya nilai tukar, kondisi pasar, atau bahkan suku bunga yang mengalami perubahan. Oleh karena itu, penting untuk tidak menganggap emas sebagai investasi yang selalu memberikan keuntungan, sehingga akan lebih realistis dalam menjalankan investasinya.

2. Emas tidak menghasilkan pendapatan pasif

ilustrasi emas
ilustrasi emas (pexels.com/Robert Lens)

Berbeda dengan saham atau properti, nyatanya emas tidak memberikan pendapatan pasif seperti halnya dividen atau sewa. Keuntungan dari emas hanya berasal dari selisih harga beli dan jual yang akan diperoleh investor, apalagi jika kenaikan yang diperoleh cukup signifikan dan dapat memberikan imbal hasil yang besar.

Tidak heran apabila emas jadi lebih cocok sebagai alat penyimpanan nilai jika dibandingkan dengan sumber penghasilan rutin bulanan. Investor harus memahami karakteristik ini agar nantinya tetap menyesuaikan strategi investasi dengan tujuan keuangan yang ada.

3. Biaya penyimpanan sering diabaikan

ilustrasi brankas (unsplash.com/Andrej Sachov)
ilustrasi brankas (unsplash.com/Andrej Sachov)

Menyimpan emas fisik jelas memerlukan tempat yang aman, seperti brankas atau bahkan layanan penyimpanan khusus yang disediakan oleh lembaga-lembaga terkait. Biaya ini kerap kali tidak diperhitungkan oleh para investor pada saat membeli emas, apalagi jika jumlahnya cukup besar dan banyak.

Jika hal ini tidak dikelola dengan baik, maka biaya penyimpanan pun dapat mengurangi keuntungan yang diperoleh. Oleh karena itu, penting untuk selalu mempertimbangkan aspek yang satu ini sebelum memutuskan berinvestasi dalam emas fisik agar nantinya tidak sampai mengalami kerugian yang tidak diperhitungkan.

4. Likuiditas emas bisa berbeda tergantung bentuknya

ilustrasi emas (pexels.com/Michael Steinberg)
ilustrasi emas (pexels.com/Michael Steinberg)

Tidak semua jenis emas memiliki tingkat likuiditas yang sama, sehingga hal inilah yang perlu diperhitungkan oleh para investor. Emas batangan biasanya lebih mudah dijual jika dibandingkan dengan perhiasan karena memiliki nilai yang jauh lebih murah dan cenderung transparan, sehingga keuntungannya pun akan lebih maksimal.

Sementara, untuk perhiasan justru memiliki potongan harga pada saat dijual kembali karena faktor desain dan biaya pembuatannya. Memahami perbedaan ini tentu dapat membantu para investor untuk memilih bentuk emas yang paling sesuai dengan kebutuhan investasinya.

Meski emas dikenal sebagai aset yang relatif aman, namun berbagai fakta di atas perlu dipahami sebelum berinvestasi. Pendekatan yang realistis dapat membantu dalam memaksimalkan manfaat emas dalam portofolio investasi. Pemahaman yang baik akan membantu strategi keuangan jangka panjang melalui investasi emas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian
Follow Us

Latest in Business

See More