Ilustrasi Jakarta (IDN Times/Sunariyah)
Dari sisi pembiayaan, kredit korporasi meningkat hingga 7,7 persen yoy menjadi Rp255,1 triliun. Sementara itu, kredit komersial dan UKM menurun 7,9 persen yoy menjadi Rp186,8 triliun. Pada portofolio kredit konsumer, KPR turun 3,7 persen yoy menjadi Rp90,2 triliun, KKB terkontraksi 22,6 persen yoy menjadi Rp36,9 triliun, dan saldo outstanding kartu kredit turun 20,6 persen yoy menjadi Rp11,2 triliun. Secara total, kredit konsumer terkontraksi 10,8 persen yoy menjadi Rp141,2 triliun.
"Penurunan outstanding pada segmen konsumer tersebut disebabkan oleh tingkat pelunasan (repayment) yang lebih tinggi dibandingkan pemberian fasilitas kredit baru. Dari total portofolio kredit, sekitar 21,6 persen atau Rp127,2 triliun merupakan portofolio kredit keuangan berkelanjutan dalam rangka mendukung implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG)," kata Jahja.