ANTARA FOTO/REUTERS/Athit Perawongmetha
CEO Hong Kong, Carrie Lam, berada di urutan kedua. Menurut South China Morning Post (SCMP), Carrie menghasilkan sekitar 672 ribu dolar AS atau Rp10 miliar per tahun.
Menurut sumber, dia mendapatkan gaji tahunan sebesar itu setelah pemerintah Hong Kong menerapkan kenaikan gaji sebesar 12,4 persen untuk semua kepala daerah.
Kenaikan gaji tersebut merupakan penyesuaian terhadap perubahan kumulatif Indeks Harga Konsumen (IHK) selama 4 tahun terakhir, untuk melindungi mereka dari dampak inflasi. Kenaikan gaji tersebut juga dianggap sebagai insentif untuk merekrut dan mempertahankan pegawai pemerintah yang berkualifikasi tinggi.
Sayangnya, Carrie Lam menerima seluruh gajinya dalam bentuk tunai, karena tidak memiliki rekening bank, menyusul sanksi AS terhadap dirinya serta pejabat Hong Kong dan China lainnya.