Jakarta, IDN Times - Intel menyatakan mengalami kesulitan memenuhi permintaan chip server untuk pusat data berbasis akal imitasi (AI) pada Kamis (22/1/2026). Perusahaan memproyeksikan pendapatan dan laba kuartal I tahun ini bakal berada di bawah perkiraan pasar, yang memicu penurunan harga saham hingga 13 persen.
Saham Intel yang sebelumnya menguat sekitar 40 persen dalam sebulan terakhir langsung tertekan akibat masalah rantai pasok. Di tengah kondisi tersebut, Intel baru saja merilis chip terbaru untuk laptop, sementara krisis chip memori global turut menekan penjualan komputer pribadi (PC).
