Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jangan Ambil Keputusan Investasi Besar di Senin Pagi, Ini Alasannya
Ilustrasi investasi (freepik.com)

Intinya sih...

  • Senin pagi adalah waktu terburuk untuk transaksi saham

  • Tingkat stres lebih tinggi di awal pekan, paparan berita lebih banyak saat akhir pekan, volatilitas pasar tinggi di Senin pagi

  • Waktu terbaik mengambil keputusan investasi adalah sore atau awal malam, menunda keputusan besar hingga Selasa, Rabu, atau Kamis

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak investor percaya time in the market jauh lebih penting dibandingkan timing the market. Meski begitu, waktu pengambilan keputusan investasi tetap memiliki pengaruh besar terhadap hasil jangka panjang. Faktanya, meskipun pertengahan minggu, terutama di malam hari dianggap ideal untuk mengambil keputusan, Senin pagi justru sering menjadi momen terburuk untuk melakukan transaksi saham.

Keputusan beli atau jual yang diambil di awal pekan kerap berujung pada kesalahan fatal yang dapat memangkas potensi imbal hasil seumur hidup. Ada investor yang panik menjual asetnya, sementara yang lain terburu-buru membeli saham tanpa riset memadai.

Berdasarkan riset yang dihimpun GOBankingRates, berikut beberapa alasan mengapa trading pada Senin pagi bisa berdampak negatif bagi portofolio investasimu.

1. Tingkat stres lebih tinggi di awal pekan

Ilustrasi ketakutan dalam hal finansial (freepik.com)

Secara umum, Senin dikenal sebagai hari yang paling berat bagi banyak orang. Awal pekan sering dikaitkan dengan peningkatan stres dan risiko kesehatan, dua faktor yang dapat memicu pengambilan keputusan yang kurang rasional.

Perubahan pola tidur dari akhir pekan ke hari kerja juga menjadi penyebab utama. Banyak orang tidur lebih larut saat weekend, sehingga ritme tidur terganggu ketika Senin tiba. Akibatnya, tubuh terasa lebih lelah dan kapasitas mental menurun.

Jika kondisi ini dikombinasikan dengan tekanan memantau pergerakan harga saham, risiko mengambil keputusan impulsif semakin besar. Tak heran, perubahan besar pada portofolio di Senin pagi sering berakhir dengan kerugian. Pengecualian hanya berlaku bagi mereka yang menjaga pola tidur konsisten setiap hari, termasuk saat akhir pekan.

2. Paparan berita lebih banyak saat akhir pekan

Ilustrasi melihat berita (freepik.com)

Selain faktor kelelahan, banjir informasi selama akhir pekan juga berperan besar. Saat pasar saham tutup, banyak orang justru memiliki lebih banyak waktu untuk menonton berita dan mengakses media sosial.

Data dari U.S. Bureau of Labor Statistics menunjukkan, waktu menonton TV meningkat sekitar 45 menit per hari di akhir pekan dibanding hari kerja. Artinya, investor menyerap lebih banyak informasi, mulai dari saham tertentu, kondisi ekonomi global, hingga isu geopolitik.

Akumulasi berita ini dapat memicu pergerakan harga yang lebih tajam saat pasar dibuka pada Senin pagi. Volatilitas tersebut sering kali memperbesar emosi takut dan serakah, yang pada akhirnya memengaruhi keputusan investasi.

Volatilitas tinggi mengganggu kualitas keputusan

Ilustrasi portofolio investasi (freepik.com)

Malam hari di pertengahan minggu sering dianggap waktu terbaik untuk mengevaluasi investasi karena kondisi pasar relatif lebih tenang dan investor memiliki ruang untuk berpikir jernih. Sebaliknya, Senin pagi identik dengan volatilitas tinggi.

Spread bid-ask cenderung melebar akibat tingginya aktivitas transaksi, sehingga biaya menjadi kurang menguntungkan. Pergerakan harga yang cepat juga dapat memicu panic selling.

Menurut Aldrich Wealth, otak manusia secara alami lebih responsif terhadap ancaman jangka pendek dibandingkan tujuan jangka panjang. Volatilitas pasar adalah bentuk ancaman langsung, sehingga keputusan yang diambil saat kondisi ini sering bersifat emosional. Akibatnya, investor bisa merealisasikan kerugian yang seharusnya bisa berubah menjadi keuntungan jika bersabar.

3. Kapan waktu terbaik mengambil keputusan?

Ilustrasi investasi (freepik.com)

Jika terpaksa mengambil keputusan di hari Senin, sebaiknya tunggu hingga sore atau awal malam, saat volatilitas pagi mulai mereda. Peluang untuk berpikir lebih rasional pun meningkat.

Namun, jika memungkinkan, menunda keputusan besar hingga Selasa, Rabu, atau Kamis adalah pilihan yang lebih bijak untuk menjaga kualitas keputusan investasi dan potensi imbal hasil jangka panjang.

Investasi bukan hanya soal apa yang dibeli, tetapi juga kapan keputusan itu diambil. Menahan diri di saat pasar paling bising sering kali menjadi langkah kecil yang berdampak besar bagi hasil investasi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team