Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

10 Plus Minus Investasi Saham: Cocokkah untuk Tujuan Keuanganmu?

ilustrasi investasi, pasar saham
ilustrasi investasi, pasar saham (freepik.com/rawpixel.com)
Intinya sih...
  • Investasi saham bisa berkembang seiring pertumbuhan ekonomi, tapi hasilnya tetap tergantung pada kondisi ekonomi secara keseluruhan.
  • Saham berpotensi menjaga nilai aset dari inflasi dan mudah dibeli serta diakses melalui aplikasi sekuritas online.
  • Investasi saham tidak selalu butuh modal besar, bisa menghasilkan keuntungan dari dua arah, tapi risiko kerugian selalu terbuka.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Investasi saham sering jadi pilihan saat kamu ingin mengembangkan uang dalam jangka panjang. Instrumen ini dikenal punya potensi imbal hasil lebih tinggi dibanding banyak pilihan investasi lain.

Di sisi lain, saham juga identik dengan risiko dan fluktuasi harga yang bikin deg-degan. Kondisi ini membuat gak semua orang cocok langsung terjun ke pasar saham.

Pemahaman soal kelebihan dan kekurangannya jadi bekal penting sebelum mulai. Dengan gambaran utuh, kamu bisa menilai apakah saham sesuai dengan tujuan keuanganmu.

1. Bisa berkembang seiring pertumbuhan ekonomi

ilustrasi ekonomi (freepik.com/freepik)
ilustrasi ekonomi (freepik.com/freepik)

Saat ekonomi bertumbuh, kinerja perusahaan biasanya ikut membaik. Kondisi ini berpotensi mendorong kenaikan harga saham dalam jangka panjang. Kepemilikan saham membuatmu ikut menikmati hasil pertumbuhan tersebut. Efek ini membuat saham sering dipilih untuk tujuan keuangan jangka panjang. Meski begitu, hasil akhirnya tetap bergantung pada kondisi ekonomi secara keseluruhan.

2. Berpotensi menjaga nilai aset dari inflasi

ilustrasi belanja kebutuhan sehari-hari (freepik.com/jcomp)
ilustrasi belanja kebutuhan sehari-hari (freepik.com/jcomp)

Inflasi perlahan menggerus daya beli uang kalau hanya disimpan. Dalam jangka panjang, saham sering memberikan imbal hasil yang lebih tinggi dibanding laju inflasi. Kondisi ini membuat nilai aset berpeluang tetap terjaga seiring waktu. Strategi seperti ini menuntut kesabaran karena hasilnya gak bisa langsung dirasakan. Pergerakan harga jangka pendek tetap perlu kamu hadapi.

3. Mudah dibeli dan diakses

ilustrasi investasi
ilustrasi investasi (unsplash.com/TabTrader.com)

Investasi saham sekarang jauh lebih mudah dibanding beberapa tahun lalu. Kamu bisa membeli saham lewat aplikasi sekuritas secara online. Proses pembukaan akun hingga transaksi bisa dilakukan dalam waktu singkat. Kemudahan ini membuat saham makin populer di kalangan investor pemula. Meski aksesnya gampang, pemahaman dasar tetap penting, lho.

4. Gak butuh modal besar untuk memulai

ilustrasi mata uang rupiah
ilustrasi mata uang rupiah (pixabay.com/IqbalStock)

Investasi saham gak selalu identik dengan modal besar. Banyak sekuritas memungkinkan kamu mulai dengan dana relatif kecil. Beberapa saham juga bisa dibeli dalam bentuk pecahan. Kondisi ini membuka peluang investasi bagi lebih banyak orang.

5. Bisa menghasilkan keuntungan dari dua arah

ilustrasi dividen
ilustrasi dividen (vecteezy.com/Jittawit Tachakanjanapong)

Saham memberi potensi keuntungan dari kenaikan harga dan pembagian dividen. Kamu bisa membeli saham saat harga rendah lalu menjualnya saat naik. Selain itu, beberapa perusahaan rutin membagikan dividen tunai. Kombinasi ini membuat saham fleksibel untuk berbagai tujuan keuangan. Pilihan strateginya bisa disesuaikan dengan profil risiko.

6. Likuid dan mudah dicairkan

ilustrasi risiko investasi
ilustrasi risiko investasi (freepik.com/freepik)

Saham termasuk aset yang likuid karena bisa dijual kapan saja saat pasar buka. Proses pencairan dana juga relatif cepat. Kondisi ini membantu kalau kamu butuh uang dalam waktu dekat. Likuiditas menjadi keunggulan dibanding aset tidak bergerak. Risiko tetap ada kalau harga sedang turun saat dijual.

7. Risiko kerugian selalu terbuka

ilustrasi risiko (vecteezy.com/Panuwat Dangsungnoen)
ilustrasi risiko (vecteezy.com/Panuwat Dangsungnoen)

Harga saham bisa naik dan turun dalam waktu singkat. Kondisi ini membuat nilai investasi berpotensi menyusut. Bahkan ada kemungkinan kehilangan sebagian atau seluruh modal. Risiko ini jadi bagian yang tak terpisahkan dari investasi saham. Karena itu, saham kurang cocok untuk dana darurat.

8. Pemegang saham berada di urutan terakhir saat bangkrut

ilustrasi gedung kantor perusahaan (freepik.com/freepik)
ilustrasi gedung kantor perusahaan (freepik.com/freepik)

Jika perusahaan mengalami kebangkrutan, pemegang saham dibayar paling akhir. Kreditur dan pemegang obligasi mendapat prioritas lebih dulu. Posisi ini membuat saham memiliki tingkat risiko lebih tinggi. Kerugian bisa terjadi jika perusahaan gak mampu bertahan. Diversifikasi sering digunakan untuk mengurangi dampaknya.

9. Membutuhkan waktu dan riset

ilustrasi investasi, pasar saham
ilustrasi investasi, pasar saham (freepik.com/rawpixel.com)

Investasi saham bukan aktivitas sekali jalan. Kamu perlu memahami laporan keuangan dan perkembangan perusahaan. Pergerakan pasar juga perlu dipantau secara berkala. Proses ini membutuhkan waktu dan konsistensi. Tanpa riset, keputusan investasi bisa terasa seperti spekulasi.

10. Fluktuasi harga bisa memicu emosi

Ilustrasi frustrasi. (pexels.com/Mikael Blomkvist)
Ilustrasi frustrasi. (pexels.com/Mikael Blomkvist)

Harga saham bergerak naik turun setiap hari. Kondisi ini sering memicu rasa takut atau serakah. Keputusan impulsif bisa muncul saat melihat harga anjlok atau melonjak. Emosi yang tidak terkontrol berpotensi merugikan hasil investasi. Disiplin menjadi kunci penting dalam berinvestasi saham.

Investasi saham menawarkan peluang pertumbuhan aset yang menarik. Potensi imbal hasil jangka panjang menjadi daya tarik utama bagi banyak orang. Risiko kerugian, fluktuasi harga, serta kebutuhan riset juga wajib dipertimbangkan.

Kecocokan saham sangat bergantung pada tujuan keuangan dan toleransi risikomu. Dengan memahami plus minusnya sejak awal, keputusan investasi bisa terasa lebih matang dan terarah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More

Jenis Berlian Berdasarkan Asal, Kimia, Warna, dan Kualitas

07 Jan 2026, 11:47 WIBBusiness