ilustrasi gelang emas (pexels.com/Melike B)
Emas batangan dan emas perhiasan kerap dianggap sama karena sama-sama berbahan dasar emas. Padahal, keduanya memiliki karakter yang cukup berbeda jika dilihat dari kadar kemurnian, fungsi penggunaan, hingga orientasi nilai ekonominya. Perbedaan inilah yang kemudian berpengaruh pada harga, cara transaksi, serta tujuan kepemilikan emas dalam jangka panjang.
a. Kadar kemurnian emas
Emas batangan umumnya diproduksi dengan kadar kemurnian tertinggi, yakni 24 karat atau sekitar 99,99 persen emas murni. Tingginya kadar kemurnian ini membuat emas batangan memiliki nilai intrinsik yang lebih jelas dan stabil sebagai aset investasi. Semakin murni kandungan emasnya, semakin besar pula nilai logam mulia yang tersimpan di dalamnya.
b. Campuran logam tambahan
Berbeda dengan emas batangan, emas perhiasan biasanya dicampur dengan logam lain seperti perak atau tembaga. Campuran tersebut diperlukan agar emas menjadi lebih keras, tidak mudah berubah bentuk, dan nyaman digunakan sehari-hari. Namun, penambahan logam lain ini secara otomatis mengurangi persentase emas murni yang terkandung di dalam perhiasan.
c. Bentuk dan desain
Emas perhiasan dibuat dengan desain tertentu untuk menunjang penampilan dan mengikuti selera pasar. Nilai estetika sering kali menjadi faktor utama yang memengaruhi minat pembeli. Karena lebih menekankan aspek visual, emas perhiasan kurang ideal jika tujuan utamanya adalah investasi.
d. Fungsi penggunaan
Dari sisi fungsi, emas perhiasan lebih banyak digunakan sebagai aksesori, simbol hadiah, atau kebutuhan personal. Nilai emosional dan estetika menjadi bagian penting dari kepemilikannya. Sementara itu, emas batangan memang difokuskan sebagai alat penyimpan nilai dan aset investasi.
e. Nilai jual kembali
Ketika dijual kembali, emas perhiasan biasanya mengalami potongan harga yang cukup signifikan. Ongkos pembuatan dan desain tidak diperhitungkan dalam harga jualnya. Sebaliknya, emas batangan cenderung memiliki selisih harga beli dan jual yang lebih kecil karena nilainya mengacu pada harga emas murni.
Secara keseluruhan, perbedaan emas batangan dan emas perhiasan tidak hanya soal bentuk, tetapi juga orientasi nilai dan fungsinya. Emas perhiasan menonjolkan aspek estetika dan pemakaian, sedangkan emas batangan berfokus pada nilai ekonomi dan investasi. Inilah dasar utama yang memengaruhi perbedaan harga keduanya di pasaran.