ilustrasi kaya banyak uang (vecteezy.com/Kiryl Balbatunou)
Kebiasaan lain yang sering gak disadari adalah menghubungkan harga diri dengan jumlah penghasilan. Saat kamu percaya, nilai dirimu ditentukan oleh gaji, tabungan, atau aset yang dimiliki, setiap masalah keuangan akan terasa seperti kegagalan pribadi. Kehilangan pekerjaan bukan lagi soal karier, tapi terasa seperti bukti kamu gak berharga.
Dr. Brad Klontz juga menemukan, pola pikir money status membuat seseorang lebih gampang melakukan pengeluaran kompulsif. Mereka sering membeli sesuatu demi terlihat sukses atau memberi uang kepada orang lain supaya merasa lebih berarti. Dari luar terlihat seperti kebaikan, padahal sebenarnya itu usaha untuk mencari validasi diri.
Menariknya, kondisi ini gak selalu berkaitan dengan jumlah kekayaan. Orang dengan penghasilan besar tetap bisa merasa gagal, sementara orang dengan penghasilan sederhana bisa merasa aman dan cukup. Penyebab utamanya bukan pada angka di rekening, melainkan pada tempat kamu menaruh rasa berharga itu sendiri.
Rasa malu soal uang juga sering lebih merusak daripada masalah uangnya. Malu membuat seseorang merasa dirinya buruk, bukan hanya sedang menghadapi masalah. Akibatnya, orang jadi lumpuh dan sulit mengambil langkah perbaikan. Saat kamu mulai memisahkan harga diri dari kondisi finansial, keputusan soal uang jadi lebih rasional dan gak terlalu emosional.
Merasa kurang uang terus ternyata bukan selalu berarti kamu benar-benar kekurangan. Sering kali, masalahnya ada pada hubungan psikologis dengan uang yang sudah terbentuk sejak lama. Pola pikir otomatis, kebiasaan menghindari kondisi finansial, serta menilai diri dari jumlah penghasilan bisa membuat stres keuangan terasa jauh lebih berat.
Mengubah hubungan dengan uang memang bukan proses instan. Kamu gak cukup hanya membuat anggaran baru atau menambah target tabungan. Perubahan yang lebih kuat justru dimulai dari cara kamu memandang uang dan diri sendiri.
Saat pola pikirnya membaik, keputusan finansial juga akan ikut lebih sehat. Jadi, kalau selama ini kamu merasa uang selalu kurang, mungkin yang perlu diperiksa lebih dulu bukan dompetmu, tapi cara pikirmu.