Kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT kini makin sering dipakai di dunia keuangan. Namun, jangan berharap AI bisa “menebak” saham mana yang bakal meroket tajam. Faktanya, bahkan investor manusia pun kesulitan memprediksi pasar secara konsisten. Apalagi AI yang hanya mengandalkan pola data dan informasi publik.
Meski begitu, ChatGPT tetap bisa jadi alat bantu cerdas untuk mengelola strategi investasimu asalkan digunakan dengan tepat. Model AI berbasis bahasa (LLM) tidak memiliki intuisi, insting pasar, maupun pemahaman konteks sedalam manusia saat membaca sentimen pasar.
Artinya, AI bukanlah peramal saham. Namun, jika dimanfaatkan sebagai asisten analisis, ChatGPT bisa membantu investor bekerja lebih efisien dan terstruktur.
