Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Penyebab Masih Banyak Investor Memilih Saham Gorengan

ilustrasi saham
ilustrasi saham (pexels.com/Andrew Neel)
Intinya sih...
  • Iming-iming keuntungan cepat dalam waktu singkat menjadi alasan utama investor tertarik pada saham gorengan.
  • Harga saham murah memberikan kesan risiko kecil secara nominal, sehingga kerap disepelekan oleh beberapa investor.
  • Pengaruh rekomendasi dan informasi di media sosial mempengaruhi pengambilan keputusan dari para investor, terutama yang kurang berpengalaman.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Saham gorengan pada umumnya merujuk pada saham dengan fundamental yang lemah dan memiliki harga yang naik turun secara tajam dalam waktu yang singkat. Meski risikonya cukup tinggi, namun jenis saham ini masih menarik minat investor di pasar modal.

Fenomena yang ada menunjukkan bahwa keputusan investasi ternyata tidak selalu berlandaskan pada analisis rasional semata. Ada beberapa faktor psikologis dan praktis berikut ini yang ternyata bisa menjadi penyebab mengapa banyak investor masih memilih saham gorengan di pasar modal.

1. Iming-iming keuntungan cepat dalam waktu singkat

ilustrasi uang
ilustrasi uang (pexels.com/Pixabay)

Salah satu alasan utama investor tertarik pada saham gorengan adalah potensi untuk meraup keuntungan besar dalam waktu yang relatif singkat. Pergerakan harga yang fluktuatif memang bisa membuka adanya keuntungan tinggi hanya dalam hitungan hari atau bahkan jam.

Bagi sebagian investor, peluang yang ada mungkin terasa menarik jika dibandingkan menunggu pertumbuhan jangka panjang terhadap investasi yang memiliki fundamental kuat. Harapan untuk memperoleh keuntungan instan kerap kali mengalahkan pertimbangan risiko yang ada, padahal bisa jadi mungkin harapan tersebut tidak sesuai dengan realita yang ada di pasar modal.

2. Modal relatif kecil dan harga saham murah

ilustrasi saham
ilustrasi saham (pexels.com/StockRadars Co.,)

Saham gorengan pada umumnya diperdagangkan pada harga yang relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan saham unggulan. Harga yang terjangkau seolah memberikan kesan bahwa risiko kerugiannya terlihat kecil secara nominal, sehingga justru kerap disepelekan oleh beberapa investor.

Investor pemula mungkin merasa lebih nyaman jika membeli saham dengan harga murah karena bisa memperoleh banyak lot sekaligus. Persepsi ini kerap menimbulkan anggapan bahwa peluang keuntungan menjadi jauh lebih besar, padahal harga murah tidak selalu mencerminkan nilai perusahaan yang baik dan justru menunjukkan kondisi perusahaan yang kurang sehat.

3. Pengaruh rekomendasi dan informasi di media sosial

ilustrasi saham
ilustrasi saham (pexels.com/Atlantic Ambience)

Perkembangan media sosial semakin mempermudah penyebaran rekomendasi saham secara cepat dan masif, sehingga hal ini bisa mempengaruhi pengambilan keputusan dari para investor. Informasi yang belum tentu terverifikasi kerap kali memicu lonjakan minat terhadap saham tertentu.

Investor yang kurang berpengalaman biasanya akan cenderung mengikuti arus rekomendasi tanpa melakukan riset Mandiri terlebih dahulu. Padahal perlu diketahui bahwa keputusan yang didasarkan pada opini publik nantinya rentan meningkatkan risiko kesalahan investasi, sehingga hal ini bisa memberikan kerugian yang cukup signifikan.

4. Kurangnya pemahaman tentang analisis fundamental

ilustrasi saham
ilustrasi saham (pexels.com/AlphaTradeZone)

Nyatanya tidak semua investor memiliki pengalaman secara mendalam terkait laporan keuangan atau kinerja perusahaan sebelum berinvestasi. Keterbatasan pengetahuan ini nantinya akan membuat analisis fundamental yang mereka lakukan kerap kali diabaikan begitu saja dan hanya mengikuti spekulasi semata.

Sebagian investor lebih fokus pada pergerakan grafik jangka pendek tanpa mempertimbangkan soal berbagai kondisi bisnis secara lebih menyeluruh. Padahal perlu diketahui bahwa pendekatan yang ada bisa meningkatkan ketergantungan pada spekulasi, sehingga keputusan yang diambil pun hanya berdasarkan pada potensi keuntungan semata.

Masih banyaknya investor yang memilih saham gorengan ternyata dipengaruhi oleh kombinasi berbagai faktor yang ada. Setidaknya dengan memahami risiko dan meningkatkan pengetahuan investasi, maka bisa lebih bijak dalam memilih saham yang tepat untuk berinvestasi. Pertimbangkan matang-matang dan perbanyak pengetahuan agar pengambilan keputusan terkait pembelian saham menjadi lebih rasional.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian
Follow Us

Latest in Business

See More

Outlook Dipangkas Moody’s, Bank Mandiri Perkuat Antisipasi Risiko

13 Feb 2026, 12:02 WIBBusiness