ilustrasi perhiasan emas (freepik.com/senivpetro)
Nilai emas sangat berkaitan dengan keyakinan kolektif manusia. Selama ribuan tahun, manusia sepakat bahwa emas adalah sesuatu yang berharga. Kesepakatan ini mirip dengan cara orang memercayai uang atau aset digital saat ini. Bedanya, emas memiliki bentuk fisik yang bisa disentuh dan disimpan.
Dalam berbagai periode sejarah, emas sering menjadi pegangan saat kondisi ekonomi tidak menentu. Ketika aset lain melemah, banyak orang kembali memilih emas karena dianggap lebih stabil. Pola ini muncul berulang kali dari masa ke masa, mulai dari krisis ekonomi hingga gejolak geopolitik. Kepercayaan yang terus terpelihara inilah yang membuat harga emas tetap tinggi sampai sekarang.
Emas tetap bernilai tinggi bukan hanya karena kelangkaannya, tapi juga karena sejarah panjang, sifat fisik, fungsi modern, dan kepercayaan manusia. Meski dunia sudah serba digital, kebutuhan akan aset nyata masih kuat.
Lima alasan tadi menunjukkan bahwa emas memiliki peran unik yang sulit digantikan oleh teknologi. Selama manusia masih mencari simbol keamanan dan kestabilan, emas akan terus menjadi pilihan. Gak mengherankan jika logam kuning ini tetap bersinar di tengah era digital.