Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi logam emas (pexels.com/Michael Steinberg)
ilustrasi logam emas (pexels.com/Michael Steinberg)

Intinya sih...

  • Emas telah menjadi simbol kekayaan sejak peradaban kuno, diwariskan dari generasi ke generasi.

  • Sifat fisik emas membuatnya tahan lama sebagai penyimpan nilai, stabil meski disimpan dalam waktu sangat lama.

  • Jumlah emas terbatas sehingga gak bisa diproduksi sembarangan, pasokannya berasal dari alam dan jumlahnya terbatas.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernah bertanya-tanya kenapa emas masih dianggap berharga di tengah maraknya uang digital dan aset kripto? Saat transaksi bisa dilakukan hanya lewat ponsel, logam kuning ini tetap jadi incaran banyak orang. Fenomena ini menunjukkan bahwa nilai emas gak semata-mata soal teknologi, tapi juga soal sejarah dan kepercayaan manusia.

Selama ribuan tahun, emas sudah menjadi simbol kekayaan sekaligus alat tukar. Sampai sekarang, posisinya belum tergeser sepenuhnya oleh aset modern. Yuk, pahami alasan kenapa emas masih punya nilai tinggi di era serba digital ini.

1. Emas telah menjadi simbol kekayaan sejak peradaban kuno

ilustrasi patung emas (freepik.com/lifeforstock)

Dilansir Investopedia, sejak zaman Mesir Kuno, emas digunakan sebagai perhiasan raja dan harta dalam makam para firaun. Bangsa Romawi, Inca, hingga Dinasti Han di Tiongkok juga memanfaatkan emas sebagai alat tukar dan simbol kekuasaan. Penggunaan ini membuat emas identik dengan kemakmuran dan status sosial. Pandangan tersebut terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Keberlanjutan fungsi emas sebagai penyimpan nilai membuat kepercayaan terhadap logam ini semakin kuat. Manusia terbiasa mengaitkan emas dengan kestabilan dan prestise. Kebiasaan ini membentuk persepsi global bahwa emas adalah benda berharga. Meski dunia sudah memasuki era digital, makna simbolik emas masih bertahan hingga sekarang.

2. Sifat fisik emas membuatnya tahan lama sebagai penyimpan nilai

ilustrasi perhiasan emas (freepik.com/jannoon028)

Emas memiliki karakteristik unik karena gak gampang berkarat atau rusak. Logam ini juga mudah dilelehkan dan dibentuk tanpa mengurangi kualitasnya. Sifat tersebut membuat emas praktis dijadikan koin, batangan, maupun perhiasan sejak zaman kuno. Hingga kini, keunggulan fisik ini tetap relevan untuk investasi jangka panjang.

Berbeda dengan banyak logam lain, emas tetap stabil meski disimpan dalam waktu sangat lama. Kondisi ini membuat emas bisa diwariskan lintas generasi tanpa kehilangan nilai dasarnya. Ketahanan tersebut menjadikannya pilihan logis sebagai penyimpan kekayaan. Gak heran jika emas masih dipercaya sebagai aset yang aman.

3. Jumlah emas terbatas sehingga gak bisa diproduksi sembarangan

ilustrasi emas (freepik.com/wirestock)

Emas gak bisa diciptakan seperti uang kertas atau aset digital. Cadangannya berasal dari alam dan jumlahnya terbatas. Logam ini harus cukup langka agar bernilai, tapi juga cukup tersedia untuk digunakan sebagai alat tukar. Keseimbangan antara kelangkaan dan ketersediaan inilah yang membuat emas tetap relevan dalam sistem ekonomi.

Data dari World Gold Council menunjukkan bahwa emas di atas permukaan bumi jumlahnya ratusan ribu ton dan hanya bertambah perlahan setiap tahun. Proses penambangan yang sulit membuat pasokannya gak bisa meningkat drastis. Kondisi ini memberi kesan stabil bagi banyak orang yang menyimpan emas. Kelangkaan tersebut membedakan emas dari mata uang modern yang bisa dicetak atau dibuat secara digital.

4. Emas tetap dibutuhkan dalam teknologi dan dunia medis

ilustrasi menggunakan komputer (pexels.com/Mikhail Nilov)

Di era digital, emas gak hanya berfungsi sebagai perhiasan atau aset investasi. Logam ini digunakan dalam perangkat elektronik karena daya hantarnya baik dan gak gampang mengalami korosi. Ponsel, komputer, hingga satelit memanfaatkan emas dalam jumlah kecil untuk menjaga kualitas komponen. Kebutuhan industri ini memberikan nilai praktis yang nyata pada emas.

Selain teknologi, emas juga dimanfaatkan dalam dunia medis dan kedirgantaraan. Sifatnya yang stabil dan aman membuatnya cocok digunakan dalam alat kesehatan tertentu. Fungsi ini menunjukkan bahwa emas bukan sekadar simbol kekayaan, tapi juga bahan penting dalam kehidupan modern. Permintaan dari sektor industri membuat emas tetap dibutuhkan meski sistem keuangan semakin digital.

5. Kepercayaan manusia menjaga nilai emas tetap tinggi

ilustrasi perhiasan emas (freepik.com/senivpetro)

Nilai emas sangat berkaitan dengan keyakinan kolektif manusia. Selama ribuan tahun, manusia sepakat bahwa emas adalah sesuatu yang berharga. Kesepakatan ini mirip dengan cara orang memercayai uang atau aset digital saat ini. Bedanya, emas memiliki bentuk fisik yang bisa disentuh dan disimpan.

Dalam berbagai periode sejarah, emas sering menjadi pegangan saat kondisi ekonomi tidak menentu. Ketika aset lain melemah, banyak orang kembali memilih emas karena dianggap lebih stabil. Pola ini muncul berulang kali dari masa ke masa, mulai dari krisis ekonomi hingga gejolak geopolitik. Kepercayaan yang terus terpelihara inilah yang membuat harga emas tetap tinggi sampai sekarang.

Emas tetap bernilai tinggi bukan hanya karena kelangkaannya, tapi juga karena sejarah panjang, sifat fisik, fungsi modern, dan kepercayaan manusia. Meski dunia sudah serba digital, kebutuhan akan aset nyata masih kuat.

Lima alasan tadi menunjukkan bahwa emas memiliki peran unik yang sulit digantikan oleh teknologi. Selama manusia masih mencari simbol keamanan dan kestabilan, emas akan terus menjadi pilihan. Gak mengherankan jika logam kuning ini tetap bersinar di tengah era digital.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team