Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pertamina–POSCO Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon
PT Pertamina (Persero) memperkuat kerja sama dengan mitra internasional dalam pengembangan solusi energi rendah karbon melalui penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan POSCO International Corporation. Kesepakatan ini menjadi langkah strategis kedua perusahaan untuk menjajaki pengembangan dan potensi penerapan teknologi rendah karbon di Indonesia dan Korea Selatan. (Dok. Pertamina)
  • Pertamina dan POSCO International menandatangani MoU di Korea Selatan untuk menjajaki pengembangan teknologi rendah karbon, termasuk CCS, CCUS, hidrogen biru, dan energi baru terbarukan.
  • Kerja sama ini menjadi langkah strategis Pertamina mempercepat transisi energi berkelanjutan serta memperkuat ketahanan energi nasional melalui kolaborasi global dalam inovasi teknologi rendah emisi.
  • Kolaborasi mencakup kajian teknis dan nonteknis guna mendukung target Net Zero Emission 2060 serta penerapan prinsip ESG di seluruh lini bisnis Pertamina.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    PT Pertamina (Persero) dan POSCO International Corporation menandatangani nota kesepahaman untuk menjajaki kerja sama pengembangan teknologi rendah karbon, termasuk CCS, CCUS, hidrogen biru, amonia biru, serta energi baru dan terbarukan.
  • Who?
    Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri dan Chief Executive Officer POSCO International Kye-In Lee, disaksikan dalam rangkaian kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Korea Selatan.
  • Where?
    Kegiatan penandatanganan berlangsung di Korea Selatan sebagai bagian dari agenda kerja sama bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan di sektor energi rendah karbon.
  • When?
    Nota kesepahaman ditandatangani pada 1 April 2026 waktu setempat, bersamaan dengan kunjungan resmi Presiden Republik Indonesia ke Korea Selatan.
  • Why?
    Kerja sama ini bertujuan mempercepat transisi energi berkelanjutan, mendukung target Net Zero Emission 2060, serta memperkuat ketahanan energi nasional melalui penerapan teknologi rendah karbon.
  • How?
    Kedua perusahaan akan melakukan kajian teknis dan nonteknis terhadap rantai nilai teknologi rendah karbon untuk mengidentifikasi potensi kolaborasi dan penerapan solusi dekarbonisasi di kedua negara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PT Pertamina (Persero) memperkuat kerja sama dengan mitra internasional dalam pengembangan solusi energi rendah karbon melalui penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan POSCO International Corporation. Kesepakatan ini menjadi langkah strategis kedua perusahaan untuk menjajaki pengembangan dan potensi penerapan teknologi rendah karbon di Indonesia dan Korea Selatan.

Nota Kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri bersama Kye-In Lee, Chief Executive Officer POSCO International di Korea Selatan pada 1 April 2026, waktu setempat.

1. Upaya pengembangan teknologi rendah karbon

PT Pertamina (Persero) memperkuat kerja sama dengan mitra internasional dalam pengembangan solusi energi rendah karbon melalui penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan POSCO International Corporation. Kesepakatan ini menjadi langkah strategis kedua perusahaan untuk menjajaki pengembangan dan potensi penerapan teknologi rendah karbon di Indonesia dan Korea Selatan. (Dok. Pertamina)

Melalui MoU ini, kedua perusahaan akan mengeksplorasi potensi kolaborasi dalam pengembangan dan penerapan teknologi rendah karbon, khususnya pada pengembangan carbon capture storage (CCS) dan Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS), pengembangan Blue Hydrogen/Ammonia, serta potensi kerja sama pada sektor Energi Baru dan Terbarukan (EBT).

Penandatanganan MoU ini merupakan bagian dari kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto ke Korea Selatan dalam rangka kerjasama bilateral antara kedua Negara.

2. Upaya Pertamina dalam mempercepat transisi energi

ilustrasi pertamina. (Dok. Pertamina)

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri menyampaikan melalui kerja sama ini, Pertamina terus memperkuat kolaborasi global dalam pengembangan teknologi rendah karbon sekaligus mendukung upaya percepatan transisi energi yang berkelanjutan serta memperkuat ketahanan energi nasional.

“Kolaborasi ini menjadi langkah penting bagi Pertamina untuk mempercepat pengembangan ekosistem teknologi rendah karbon di Indonesia, dengan pemanfaatan teknologi CCS/CCUS, pengembangan hidrogen biru, hingga energi baru terbarukan yang diharapkan dapat mendukung target penurunan emisi sekaligus membuka peluang ekonomi karbon pada masa depan,” ujar Simon.

3. Kerja sama mencakup kajian aspek teknis dan nonteknis

Pada momen Ramadan dan Idulfitri ini, Pertamina telah menyiagakan seluruh infrastruktur energi mulai dari sektor hulu, kilang yang beroperasi penuh hingga sektor hilir yang siaga 24 jam. (Dok. Pertamina)

Kerja sama mencakup kajian aspek teknis pada rantai teknologi rendah karbon, serta kajian nonteknis untuk penerapan teknologi rendah karbon tersebut. Sinergi dua perusahaan ini diharapkan dapat meningkatkan kerja sama bilateral dalam mencapai target penurunan emisi karbon, sehingga mendukung target Pemerintah untuk Net Zero Emission (NZE).

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/. (WEB)

Editorial Team