ilustrasi investasi saham (freepik.com/freepik)
Sejumlah analis senior tetap mematok target kenaikan indeks pada akhir 2026. Ed Yardeni, presiden Yardeni Research dan veteran analis pasar, memproyeksikan S&P 500 tetap naik dengan asumsi ekonomi dan laba perusahaan bertahan kuat. Ia menilai peluang koreksi besar atau pasar bearish masih relatif rendah. Optimisme ini didasarkan pada ketahanan ekonomi Amerika Serikat sejauh ini.
Meski begitu, Yardeni tetap mengakui risiko perlambatan ekonomi global. Ketahanan konsumen berpenghasilan tinggi menjadi faktor penting penopang laba korporasi. Selama kelompok ini masih aktif berbelanja, tekanan ke pasar saham dinilai terbatas. Perspektif ini membuat outlook 2026 tetap positif, meski penuh catatan.
Prediksi Wall Street soal saham 2026 menunjukkan optimisme yang masih dominan, dengan AI sebagai penggerak utama. Dukungan laba perusahaan dan ekspektasi suku bunga rendah memberi fondasi kuat bagi pasar.
Meski demikian, valuasi mahal dan risiko geopolitik membuat jalan ke depan gak sepenuhnya mulus. Dengan memahami pandangan para pakar, kamu bisa melihat pasar secara lebih seimbang. Pendekatan realistis dan selektif jadi kunci menghadapi dinamika saham di 2026.