Ilustrasi investasi (freepik.com)
Brandon Gregg, CFP dan penasihat di BBK Wealth Management, menyarankan salah satu cara untuk mengurangi risiko tersebut adalah dengan berinvestasi melalui exchange-traded funds (ETF) atau reksa dana. Instrumen ini pada dasarnya merupakan kumpulan berbagai saham dalam satu produk investasi, sehingga dapat membantu menciptakan portofolio yang lebih beragam.
Namun, Gregg juga mengingatkan bahwa ETF atau reksa dana populer sering kali tetap memiliki saham-saham besar yang sama di dalamnya. Jika tidak diperhatikan dengan cermat, investor tetap bisa mengalami konsentrasi aset tanpa menyadarinya. Karena itu, investor perlu melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.
Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan antara lain:
Selain itu, portofolio yang sehat biasanya mencakup kombinasi berbagai elemen, seperti:
Beragam kelas aset
Berbagai gaya investasi (growth, value, atau blend)
Diversifikasi geografis di berbagai wilayah dunia
Dengan strategi tersebut, investor dapat mengurangi korelasi langsung antar aset dan menciptakan portofolio yang lebih tangguh menghadapi perubahan pasar.
Memiliki saham perusahaan besar memang terlihat menarik karena reputasi dan kinerjanya yang sering kuat. Namun, terlalu bergantung pada saham populer justru bisa meningkatkan risiko konsentrasi dalam portofolio.
Diversifikasi yang baik—baik dari sisi sektor, kelas aset, gaya investasi, maupun wilayah geografis—menjadi strategi penting untuk menjaga keseimbangan dan stabilitas investasi. Dengan riset yang matang dan portofolio yang terdiversifikasi, investor dapat melindungi aset mereka sekaligus memaksimalkan potensi pertumbuhan jangka panjang.