ilustrasi investasi (unsplash.com/Austin Distel)
Selama ini obligasi, terutama obligasi pemerintah, sering disebut sebagai safe haven. Artinya, aset ini dianggap aman saat kondisi ekonomi memburuk. Tapi riset sejarah menunjukkan bahwa label ini gak selalu akurat, terutama saat perang besar terjadi.
Dalam kondisi ekstrem seperti konflik global atau pandemi besar, obligasi justru kehilangan daya tahannya. Bahkan dalam “perang melawan pandemi”, investor obligasi juga mengalami kerugian besar. Fakta ini penting buat kamu pahami sebelum mengandalkan obligasi sebagai pelindung utama portofolio.
Melihat data selama 300 tahun, jelas bahwa obligasi bukan selalu pilihan aman seperti yang sering dipercaya. Perang, inflasi, dan kebijakan pemerintah bisa jadi kombinasi yang merugikan bagi investor. Kalau kamu ingin membangun portofolio yang kuat, penting untuk gak hanya bergantung pada satu jenis aset saja, ya.
Diversifikasi jadi kunci agar risiko bisa tersebar dengan lebih baik. Memahami sejarah juga bisa bantu kamu mengambil keputusan investasi yang lebih bijak. Jadi, sebelum merasa “aman” dengan obligasi, pastikan kamu sudah melihat gambaran besarnya.