ilustrasi rupiah kertas (pixabay.com/WonderfulBali)
Pagi tadi, nilai tukar rupiah melemah hingga 32 poin atau 0,18 persen ke Rp17.414 per dolar AS. Pada ke-10 menit perdagangan, kurs rupiah melemah 75 poin atau 0,43 persen ke Rp17.489 per dolar AS. Pada penutupan perdagangan kemarin, Senin (11/5), rupiah melemah 32 poin atau 0,18 persen ke Rp17.414 per dolar AS.
Menurut analis pasar keuangan, Lukman Leong, pelemahan nilai tukar rupiah didorong oleh beberapa faktor. Pertama, sentimen negatif pasar terhadap mata uang negara berkembang di tengah redupnya peluang perdamaian AS dan Iran.
"Rupiah diperkirakan akan masih berpotensi melemah terhadap dolar AS di tengah meredupinnya harapan damai AS-Iran serta harga minyak mentah dunia yg masih tinggi. Investor menantikan data penjualan ritel Indonesia yg akan dirilis siang ini,” tutur Lukman kepada IDN Times.
Tak hanya itu, pengumuman hasil rebalancing indeks dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) diperkirakan akan memperbesar sentimen negatif pada rupiah. Apalagi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan sejumlah saham Indonesia akan keluar dari indeks MSCI.
“Pengumuman MSCI hari ini diperkirakan tidak akan memberikan berita baik pada IHSG, dan akan ikut menekan rupiah,” tutur Lukman.