Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi uang
ilustrasi uang (freepik.com/jcomp)

Intinya sih...

  • Buat list daftar utang sebelum mulai bayar

  • Pangkas pengeluaran supaya ada sisa uang untuk bayar utang

  • Cari peluang untuk nambah pemasukan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jika kamu memiliki utang saat ini dan kamu ingin sekali memiliki keuangan yang kembali stabil, kamu perlu tahu cara membayar utang yang efektif. Ini adalah langkah awal agar keuangan kamu stabil lagi. Kamu harus tahu utang mana yang harus dibayar terlebih dahulu.

Agar proses pembayaran utang lancar, kamu harus buat rencana yang realistis. Tentu saja langkahnya tidak hanya sampai di situ saja. Berikut ini strategi bayar utang yang efektif agar keuangan bisa stabil lagi. Yuk, perhatikan!

1. Bikin list daftar utang sebelum mulai bayar

ilustrasi membuat list daftar utang (freepik.com/wayhomestudio)

Sebelum membayar utang, tentu saja kamu harus tahu terlebih dahulu berapa besar utang yang kamu miliki. Catat semua daftar utang itu penting sekali. Semuanya termasuk dari kartu kredit, cicilan, pinjaman, hingga tagihan digital yang belum kamu bayar.

Buat list daftar utang, kemudian kamu urutkan dari yang pertama, pastikan kamu tahu utang mana yang harus diprioritaskan untuk kamu bayarkan. Cara ini dilakukan agar kamu bisa menghindari tumpukan utang. Yuk, jangan ragu untuk buat list daftar semua utangmu itu!

2. Pangkas pengeluaran supaya ada sisa uang untuk bayar utang

ilustrasi hemat pengeluaran (freepik.com/freepik)

Cara efektif agar kamu bisa melunasi utang dengan cepat adalah pangkas pengeluaran yang tidak terlalu penting. Apakah sebelumnya kamu memiliki tagihan biaya langganan? Coba dipertimbangkan, kalau itu hanya untuk sekadar hobi, kamu tahan berhenti dulu untuk langganan sementara waktu.

Dengan begitu, pengeluaran kamu jadi tidak terlalu banyak. Kamu bisa memiliki uang sisihan untuk membayar utang. Selain itu, supaya keuangan kamu bisa stabil kembali, kurangi dulu kebiasaan nongkrongnya, ya!

3. Cari peluang untuk nambah pemasukan

ilustrasi jualan online (freepik.com/jcomp)

Cara efektif lainnya agar kamu bisa melunasi utangmu adalah dengan mencari peluang tambahan pemasukan. Kalau kamu memiliki skill terpendam, kamu bisa freelance sesuai dengan bakat yang kamu punya. Selain itu, kamu juga bisa berjualan secara online.

Di zaman yang sudah canggih ini, banyak orang yang memanfaatkan teknologi untuk berbelanja online. Nah, kamu bisa ambil peluang itu, kamu bisa berjualan online melalui marketplace yang tersedia. Selain itu, kamu juga bisa pakai uang bonus tahunan yang kamu dapatkan untuk membayar utang. Kalau kamu menerapkan konsep-konsep tersebut, keuangan kamu akan jadi cepat kembali stabil.

4. Jangan buat utang baru ketika lagi melunasi utang

ilustrasi menolak utang (freepik.com/pressfoto)

Banyak orang yang kembali mengutang padahal utang sebelumnya belum dia bayarkan. Hal ini jangan sampai kamu lakukan, sebab jika iya utangmu bukannya cepat lunas malah semakin menumpuk. Itu yang membuat keuangan kamu tidak stabil-stabil.

Kalau kamu punya utang, maka lunasi dulu utangmu itu. Mulai sekarang kamu harus bisa disiplin terhadap keuangan. Kalau tidak begitu siklus utang tidak bakal selesai. Ingat, kamu harus fokus melunasi utang lama dulu! Dengan menerapkan cara ini, kamu jadi cepat bebas utang.

Kalau ingin konsolidasi utang, kamu bisa pilih lembaga keuangan resmi yang diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Pastikan kamu tidak hutang di pinjaman online ilegal. Kalau utang di sana, biasanya dendanya sangat tinggi.

Itulah strategi bayar utang yang efektif. Dengan cara-cara itu, kamu bisa lepas dari jeratan utang dan keuangan jadi lebih stabil. Fokus dan disiplin adalah kuncinya, jangan sampai kamu tergoda untuk mengambil utang baru. Bebas utang, hidup kamu lebih tenang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAgsa Tian