Penurunan pasar saham secara signifikan atau downturn sering menjadi ujian terbesar bagi investor, bahkan bagi mereka yang paling disiplin sekalipun. Nilai portofolio menyusut, sentimen pasar berubah negatif, dan rasa takut kerap menggantikan strategi investasi jangka panjang.
Namun sepanjang berbagai resesi, krisis keuangan, hingga periode ketidakpastian ekonomi global, investor legendaris Warren Buffett justru mampu mempertahankan sekaligus meningkatkan kekayaannya secara konsisten.
Pendekatan investasi Buffett tidak bergantung pada prediksi waktu pasar (market timing) maupun strategi rumit. Sebaliknya, kesuksesannya bertumpu pada prinsip sederhana yang terus ia ulang selama puluhan tahun melalui surat kepada pemegang saham, wawancara, dan pertemuan tahunan Berkshire Hathaway — prinsip yang tetap relevan bahkan setelah ia pensiun sebagai CEO.
