Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi pria dengan hp dan kartu kredit (pexels.com/RDNE Stock project)
ilustrasi pria dengan hp dan kartu kredit (pexels.com/RDNE Stock project)

Intinya sih...

  • Password yang lemah dan jarang diganti meningkatkan risiko peretasan dan kebocoran data dari sumber lain.

  • Tidak mengaktifkan two factor authentication membuat dompet digital jauh lebih rentan terhadap pembobolan.

  • Sering login di perangkat atau jaringan publik meningkatkan risiko pencurian data dan serangan man in the middle.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Dompet digital sudah menjadi bagian penting dari aktivitas harian, mulai dari pembayaran transportasi sampai belanja kebutuhan kecil. Kemudahan ini membuat banyak orang merasa sistem sudah cukup aman, padahal celah keamanan bisa muncul dari kebiasaan sederhana yang sering dianggap remeh. Tanpa disadari, pola penggunaan tertentu justru membuka peluang bagi pihak tidak bertanggung jawab.

Di tengah maraknya kasus pembobolan akun, mengenali tanda-tanda dompet digital yang rentan menjadi langkah penting untuk menjaga saldo tetap aman. Keamanan digital bukan cuma soal teknologi, tapi juga soal kebiasaan dan kesadaran. Dengan memahami indikator kerentanan, risiko bisa ditekan sejak awal sebelum kerugian terjadi. Yuk, perhatikan lima tanda berikut supaya dompet digital tetap aman dan terjaga!

1. Password yang lemah dan jarang diganti

ilustrasi kartu kredit dan HP (pexels.com/Anete Lusina)

Password adalah lapisan pertahanan pertama dalam sistem keamanan dompet digital. Ketika password terlalu sederhana atau menggunakan kombinasi yang mudah ditebak, risiko peretasan meningkat drastis. Penggunaan tanggal lahir, urutan angka, atau kata umum membuat akun lebih mudah ditembus.

Selain itu, password yang jarang diganti memperpanjang waktu bagi peretas untuk mencoba berbagai kombinasi. Semakin lama password digunakan, semakin besar peluang kebocoran data dari sumber lain. Kebiasaan memperbarui password secara berkala membantu mempersempit ruang gerak pihak yang berniat jahat.

2. Tidak mengaktifkan two factor authentication

ilustrasi pria menggunakan HP (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Two factor authentication atau 2FA memberi lapisan keamanan tambahan selain password. Tanpa fitur ini, siapa pun yang mengetahui password sudah bisa langsung mengakses akun. Kondisi ini membuat dompet digital jauh lebih rentan terhadap pembobolan.

Dengan 2FA, setiap proses masuk memerlukan kode tambahan yang dikirim ke perangkat atau aplikasi tertentu. Lapisan ekstra ini membuat akses ilegal jadi jauh lebih sulit. Mengabaikan fitur ini sama saja dengan membiarkan pintu terbuka setengah saat menyimpan barang berharga.

3. Sering login di perangkat atau jaringan publik

ilustrasi wanita menggunakan HP (pexels.com/Keira Burton)

Login dompet digital melalui perangkat umum atau jaringan public WiFi meningkatkan risiko pencurian data. Jaringan publik sering kali tidak terenkripsi dengan baik, sehingga informasi sensitif lebih mudah disadap. Kebiasaan ini membuka peluang besar bagi serangan man in the middle.

Selain itu, perangkat bersama bisa menyimpan data login tanpa disadari. Jejak akses yang tertinggal memudahkan pihak lain untuk mengambil alih akun. Menghindari akses dari perangkat dan jaringan publik adalah langkah sederhana yang berdampak besar pada keamanan.

4. Terlalu mudah klik link dan lampiran mencurigakan

ilustrasi pria menggunakan HP (pexels.com/Darlene Alderson)

Serangan phishing masih menjadi metode favorit untuk mencuri akses akun. Tautan palsu yang tampak seperti notifikasi resmi sering menipu pengguna agar memasukkan data login. Sekilas terlihat meyakinkan, padahal tujuannya adalah mencuri kredensial.

Lampiran atau tautan yang tidak dikenal sebaiknya selalu dicurigai. Sekali data masuk ke situs palsu, akun bisa langsung diambil alih. Kebiasaan lebih teliti sebelum klik membantu mencegah banyak kasus pembobolan yang sebenarnya bisa dihindari.

5. Aktivitas transaksi yang tidak biasa tapi diabaikan

ilustrasi transaksi digital (unsplash.com/CardMapr.nl)

Notifikasi transaksi aneh sering dianggap sebagai gangguan kecil. Padahal, aktivitas tidak biasa bisa menjadi tanda awal bahwa akun sedang diawasi atau sudah disusupi. Mengabaikan sinyal ini memberi waktu lebih lama bagi pelaku untuk melancarkan aksi.

Pemeriksaan rutin riwayat transaksi membantu mendeteksi masalah sejak dini. Sekecil apa pun kejanggalan, respons cepat bisa menyelamatkan saldo dan data pribadi. Kesadaran terhadap pola transaksi adalah bagian penting dari pertahanan keamanan digital.

Keamanan dompet digital bukan hanya tanggung jawab penyedia layanan, tapi juga kebiasaan pengguna sehari-hari. Mengenali tanda-tanda kerentanan membantu mencegah kerugian yang sering datang tanpa peringatan. Dengan langkah sederhana seperti memperkuat password dan mengaktifkan 2FA, risiko bisa ditekan secara signifikan. Menjaga keamanan digital berarti menjaga kepercayaan dan kenyamanan dalam setiap transaksi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAgsa Tian