Investasi saham seharusnya didasarkan pada analisis dan tujuan jangka panjang. Namun dalam kenyataannya, banyak investor justru mengambil keputusan karena rasa takut tertinggal atau FOMO (fear of missing out). Dalam situasi seperti ini, emosi sering kali bekerja lebih cepat daripada logika, terutama bagi investor yang belum memiliki strategi yang matang.
Perasaan takut ketinggalan peluang membuat keputusan investasi tidak lagi didasarkan pada analisis, melainkan pada tekanan secara psikologis. Jika dibiarkan, FOMO dapat membuat strategi investasi berantakan dan meningkatkan risiko kerugian. Berikut beberapa tanda umum bahwa kamu mungkin sudah terjebak FOMO saat berinvestasi saham.
