Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi seorang pria yang membukakan pintu untuk orang lain di belakangnya
ilustrasi seorang pria yang membukakan pintu untuk orang lain di belakangnya (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Intinya sih...

  • Tempat kos bisa dijadikan sumber pendapatan pasif yang menguntungkan

  • Tidak perlu keahlian khusus untuk mengelola suatu tempat kos

  • Tidak semua anak kos bisa dipercaya untuk menjaga kondisi kamarnya tetap baik

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kalau tinggal di kota besar dan punya modal usaha yang terbilang lumayan, rasanya membuka tempat kos bisa menjadi hal yang patut untuk dipertimbangkan. Pasalnya, usaha ini tentu akan selalu dicari mengingat ada banyak pendatang di kota besar, baik para mahasiswa atau pun orang yang bekerja. Hebatnya, tempat kos yang lokasinya jauh dari pusat keramaian pun tetap bisa laku, sehingga tidak ada ruginya.

Namun demikian, setiap usaha tentu tidak selalu dipenuhi dengan keuntungan, ya. Membuka tempat kos pun tidak lepas dari suka dan duka yang perlu kamu ketahui terlebih dahulu agar bisa menjalankan usaha itu dengan penuh kehati-hatian. Lantas, apa saja suka dan duka yang mungkin akan dihadapi saat membuka usaha kos-kosan? Cek jawabannya dalam artikel ini, ya!

1. Tempat kos bisa dijadikan sumber pendapatan pasif yang menguntungkan

ilustrasi sebuah kamar kos yang sederhana (pexels.com/Hakim Santoso)

Ketika masih muda, energi yang dimiliki tentu besar, sehingga rasanya kuat-kuat saja untuk bekerja keras sepanjang hari. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, usia semakin menua dan tenaga tidak lagi sebanyak saat masih muda. Nah, supaya tidak perlu melakukan kerja berlebihan lagi, maka usahakan punya sumber pendapatan pasif agar hidup terasa nyaman.

Salah satu usaha yang bisa dijadikan sebagai sumber pendapatan pasif adalah tempat kos. Kamu cukup membangun dan melakukan pemeliharaan rutin, lalu uang sewa akan terus mengalir dalam tempo yang ditentukan. Tidak terlalu banyak tenaga, tetapi uang yang dihasilkan jumlahnya lumayan besar, bukan begitu?

2. Tidak perlu keahlian khusus untuk mengelola suatu tempat kos

ilustrasi membersihkan rumah (pexels.com/cottonbro studio)

Tidak seperti membangun usaha di bidang jasa atau penjualan barang yang memerlukan keahlian khusus agar apa yang ditawarkan bisa selalu laku keras setiap saat, membuka tempat kos hanya memerlukan strategi yang minimal. Jika sekadar ingin membuka satu rumah kos dengan beberapa kamar, ini bukan hal sulit. Selama mau belajar mencari tahu kebutuhan anak kos, cara memelihara fasilitas, dan tentunya pengelolaan keuangan yang tepat, maka usaha ini dapat dijalankan.

Oleh sebab itu, bukan hal yang mengherankan bila usaha ini begitu diminati. Orang yang masih aktif bekerja atau pun mereka yang sebentar lagi akan memasuki masa pensiun berusaha menjadikan tempat kos sebagai investasi di masa tua. Apakah kamu juga tertarik untuk mengikuti jejak ini?

3. Tidak semua anak kos bisa dipercaya untuk menjaga kondisi kamarnya tetap baik

ilustrasi mengebor dinding (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Sebagai pemilik kos, kamu memang berkewajiban untuk menyediakan fasilitas layak dan melakukan pemeliharaan secara rutin. Namun, kamu tentu berharap dan menyampaikan secara tegas bahwa anak kos juga harus bertanggung jawab terhadap kondisi kamarnya sendiri dan fasilitas umum di tempat tersebut. Dengan adanya harmoni semacam ini, tercipta suasana aman dan nyaman di rumah kos.

Sayangnya, tidak semua anak kos mau mengindahkan aturan yang berlaku. Terkadang ada oknum yang suka melanggar aturan. Misalnya, ada larangan untuk menancapkan paku ke dinding, ternyata diam-diam dilanggar dan baru diketahui saat anak kos itu sudah pergi. Kamu pun akhirnya harus mengeluarkan biaya untuk memperbaiki kerusakan yang ada.

4. Terkadang ada kejadian tidak terduga yang mencoreng citra tempat kos

ilustrasi seorang reporter di depan tempat kejadian perkara (pexels.com/cottonbro studio)

Kejadian yang tidak terduga bisa terjadi kapan saja, di mana saja, dan menimpa siapa saja. Sebagai pemilik kos, kamu pun tidak luput dari kemungkinan tersebut. Kendati sudah berusaha menyeleksi orang yang boleh menjadi anak kos, tetapi terkadang masih bisa kecolongan.

Banyak terjadi kasus penggerebekan kos karena ternyata menjadi tempat persembunyian pelaku tindakan kriminal. Ada juga peristiwa memilukan di mana seseorang ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kosnya. Semua itu memang bisa saja murni hal sebuah kemalangan, tetapi citra positif kos terancam tercoreng dan menyebabkan sepi peminat. Kalau sampai begini, tentu memusingkan, bukan begitu?

Tidak ada satu pun usaha yang tanpa risiko, termasuk kos-kosan. Oleh sebab itu, mempertimbangkan segala sisi positif dan negatif sebelum melangkah adalah sebuah keharusan. Dengan begini, kamu bisa lebih siap untuk menjalankan usaha, apa pun tantangan yang akan dihadapi di masa depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team