Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
perempuan membawa laptop
ilustrasi perempuan membawa laptop (pexels.com/Sewupari Studio)

Intinya sih...

  • Evaluasi pengeluaran liburan tahun baru

  • Kendalikan pengeluaran di momen penting

  • Menghitung THR vs biaya yang diperlukan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Enam hingga tujuh bulan pertama tahun 2026 akan cukup menguras kocek masyarakat. Ini bukan sekadar ramalan, melainkan ada alasan yang masuk akal. Dalam rentang waktu tersebut terdapat tiga momen penting yang membutuhkan biaya.

Khususnya bagi keluarga muslim sekaligus memiliki anak usia sekolah. Pertama, Idulfitri 2026 diprediksi akan jatuh sekitar tanggal 20 Maret. Kemudian Iduladha pada tanggal 27 Mei 2026. Disusul tahun ajaran baru sekitar bulan Juli.

Tentu pendaftaran beberapa sekolah dapat lebih awal. Namun, rangkaian tiga momen penting tersebut butuh dana yang gak sedikit. Kamu harus mempersiapkannya sejak sekarang. Jangan impulsif dan hitung dengan cermat pemasukan vs kebutuhan. Semoga gak boncos, berikut tips atur keuangan jelang Idulfitri, Iduladha, dan tahun ajaran baru.

1. Evaluasi liburan tahun baru kemarin habis berapa?

ilustrasi piknik keluarga (pexels.com/Peter Kambey)

Mempersiapkan masa depan kadang gak bisa mengesampingkan masa lalu. Termasuk liburan tahun barumu kemarin. Berapa tepatnya uang yang dikeluarkan? Apakah semuanya cukup diambil dari pos yang telah disiapkan?

Atau, ada uang yang ditarik dari pos lain? Kalau akhir tahun kemarin kamu gak mengeluarkan terlalu banyak uang berarti masih aman. Seharusnya tiga momen penting yaitu Idulfitri, Iduladha, dan tahun ajaran baru dapat dilalui dengan baik.

Tak perlu berbohong terkait pengeluaranmu selama musim liburan kemarin, ya. Kebohongan dengan mengurangi jumlah pengeluaran cuma buat meminimalkan rasa bersalah malah berbahaya. Kamu dapat kembali salah perhitungan serta perencanaan untuk bulan-bulan selanjutnya.

2. Jika habis-habisan, rem pengeluaran di tiga momen penting tersebut

ilustrasi berbagi takjil (pexels.com/Afriansyah Lamato)

Bagaimana jika dirimu telanjur membelanjakan banyak uang sampai tabungan habis-habisan ketika tahun baru? Bukan utang solusinya. Apalagi hanya untuk merayakan Idulfitri semeriah mungkin, pergi berlibur mumpung banyak hari libur, dan sebagainya.

Justru ini saatnya untukmu benar-benar mengendalikan diri agar pengeluaran beberapa bulan ke depan seminimal mungkin. Buat Idulfitri dan Iduladha misalnya, mudik sekali saja biar lebih hemat. Gak usah belanja pakaian baru untuk Lebaran.

Utamakan dananya buat beli hewan kurban. Kurangi juga buka puasa di luar. Uangnya lumayan untuk tambah-tambah biaya anak masuk sekolah di tahun ajaran baru. Jangan justru dirimu seperti putus asa lalu gas pol pengeluaran.

3. Menghitung THR vs biaya-biaya yang diperlukan

ilustrasi sedekah anak yatim (pexels.com/Refi Muhammad Ridha)

THR tidak untuk terlalu diandalkan karena jatahmu tetap cuma sekali walaupun tak lama kemudian Iduladha serta tahun ajaran baru. Namun, THR tetap perlu dihitung dengan cermat. Kalau besaran THR sudah pasti lebih mudah buatmu mengatur pembelanjaannya.

THR tidak harus dihabiskan. Apalagi kalau masih ada kebutuhan lain yang lebih utama dari sekadar kemeriahan perayaan Idulfitri. Akan tetapi, bila uang bakal kurban dan mendaftarkan sekolah anak sudah aman, tunjangan hari raya boleh dipakai hingga habis.

Terpenting, pengeluaran di tiga momen berbiaya tinggi itu sebisa mungkin tak mengusik jatah pos-pos lain. Demikian pula dana darurat yang disiapkan guna mengantisipasi situasi terburuk. Lakukan seleksi ulang jika hal-hal yang dibutuhkan masih jauh lebih gede dari THR.

4. Fokus ke biaya yang wajib

ilustrasi murid-murid (pexels.com/ROMAN ODINTSOV)

Penting atau tidak penting berbagai kebutuhan dapat sangat dipengaruhi oleh pandangan orang-orang di sekitarmu. Sebagai contoh, belanja baju baru untuk perayaan Idulfitri dianggap kewajiban oleh banyak orang. Satu orang tak cukup satu setel pakaian baru.

Bisa 2 sampai 3 setel, belum termasuk alas kaki. Namun, sesungguhnya itu tidak wajib. Pakaian terbaik untuk dikenakan di hari raya gak harus baru. Terpenting bersih. Demikian pula mudik tiap hari raya bukan keharusan.

Beda dengan kewajibanmu sebagai orangtua untuk menyekolahkan anak. Tak ada negosiasi buat kebutuhan ini. Biaya-biaya penting seperti ini mesti menjadi fokus utama. Di luar itu, tak usah menjadi beban pikiran dan finansial.

5. Jangan mengharapkan pendapatan semester kedua buat menutup kebocoran

ilustrasi kandang domba (pexels.com/donny yularso)

Kadang kalau keuangan sudah kembang kempis, orang berpikir terlalu jauh demi membuatnya merasa lebih aman. Seperti kamu sesungguhnya telah sesak napas menghitung besarnya kebutuhan Idulfitri, Iduladha, dan tahun ajaran baru. Namun, dirimu tidak berusaha memangkas kebutuhan yang gak penting.

Kamu mencari hiburan instan dengan membayangkan semester berikutnya. Toh, masih akan ada penghasilan di bulan-bulan selanjutnya. Bahkan akhir tahun pasti ada bonus. Semua itu memang benar. Akan tetapi, akibatnya dirimu dapat jorjoran terutama saat Idulfitri.

Seperti kamu nekat mengambil pinjaman demi merayakan Lebaran secara maksimal. Atau, beli gadget dan kendaraan baru. Lebih baik dirimu menganggap pendapatanmu cuma sampai tahun ajaran baru. Berapa pun itu mesti dicukupkan untuk kebutuhan tiga momen penting di atas.

Pengeluaran besar yang beruntun kudu direncanakan dengan cermat. Selain kamu harus yakin bahwa semuanya bakal tercukupi dari pendapatan, terapkan juga tips atur keuangan jelang Idulfitri, Iduladha, dan tahun ajaran baru agar tidak boncos. Tak hanya itu, cobalah juga untuk skip hal-hal yang kurang utama agar anggarannya tetap memadai.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team