Jakarta, IDN Times – Bank Dunia dan otoritas keuangan Indonesia menyatakan bahwa penetrasi dan literasi asuransi di Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan negara-negara tetangga di Asia Tenggara. Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat penetrasi asuransi di Indonesia per Februari 2025 baru sekitar 2,7 %, jauh di bawah potensi pasar serta di bawah negara seperti Malaysia dan Thailand.
Selain itu, hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 menunjukkan bahwa indeks literasi asuransi masyarakat Indonesia mencapai sekitar 45,45 %, artinya kurang dari separuh populasi benar-benar memahami produk dan manfaat asuransi secara mendalam.
Hal itu tentunya menyedihkan, mengingat asuransi sebenarnya memiliki banyak manfaat, termasuk dapat melindungi dari risiko pengeluaran biaya yang membengkak. Dari berbagai macam produk yang ada, asuransi kendaraan menjadi salah satu jenis perlindungan yang dirasa penting untuk dimiliki, terutama di saat aktivitas rutin untuk bermobilitas berangsur pulih seperti saat ini.
Head of Communication & Customer Service Management Asuransi Astra, L. Iwan Pranoto mengatakan berkendara dengan aman itu wajib, dan dengan memberikan perlindungan tambahan pada kendaraan melalui asuransi, kita dapat menikmati setiap perjalanan dengan lebih tenang.
Berikut adalah beberapa tips cara memilih Asuransi kendaraan dari Asuransi Astra agar dapat merasakan perlindungan secara optimal:
