Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Tips Mengelola Keuangan Ramadan saat Pendapatan Tidak Menentu
ilustrasi sisa uang (pexels.com/Jakub Zerdzicki)
  • Artikel membahas cara mengatur keuangan selama Ramadan bagi yang pendapatannya tidak tetap, dengan fokus pada prioritas kebutuhan utama dan pengendalian pengeluaran agar tetap stabil.
  • Ditekankan pentingnya menghitung pendapatan minimum, membuat anggaran mingguan, serta menyisihkan uang setiap kali pemasukan datang untuk menjaga arus kas tetap aman.
  • Disarankan mengurangi komitmen pengeluaran tetap, menyiapkan dana cadangan, dan mencatat pengeluaran harian agar lebih mudah menyesuaikan diri saat pemasukan berubah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ramadan bikin pengeluaran terasa lebih cepat, apalagi kalau pemasukan kamu tidak selalu datang di waktu yang sama. Makan harian dan tagihan tetap harus dibayar, lalu ada tambahan seperti buka bersama dan belanja dapur. Agar tidak kelabakan menjelang Lebaran, kamu perlu cara mengatur uang yang praktis dan masuk akal.

Mengelola uang di Ramadan dengan pendapatan yang tidak tetap bukan soal pelit, tapi soal prioritas. Kamu tetap bisa berbagi dan menikmati Ramadan jika kebutuhan utama sudah terpenuhi lebih dulu. Tujuh tips di bawah ini akan membantu kamu menjaga arus kas tetap aman sepanjang Ramadan.

1. Hitung pendapatan minimum, bukan maksimal

ilustrasi menghitung uang (unsplash.com/Alexander Grey)

Gunakan angka pemasukan paling rendah yang kemungkinan besar tetap kamu dapatkan selama Ramadan. Cara ini membuat anggaran kamu aman, karena tidak bergantung pada pemasukan besar yang belum tentu datang. Kalau kamu menyusun anggaran dari pemasukan tertinggi, kamu lebih mudah kekurangan saat kondisi berubah.

Ambil patokan dari pemasukan terendah beberapa minggu terakhir yang masih masuk akal. Setelah itu, anggap pemasukan yang lebih besar sebagai tambahan, bukan sebagai alasan untuk menambah belanja. Selisihnya lebih baik disimpan agar kamu punya cadangan saat pemasukan menurun.

2. Prioritaskan pengeluaran wajib lebih dulu

ilustrasi belanja keperluan sahur dan berbuka (pexels.com/Jack Sparrow)

Dahulukan pengeluaran yang paling penting sebelum kamu memakai uang untuk hal lain. Pastikan kebutuhan makan, belanja dapur untuk sahur dan berbuka, serta biaya tempat tinggal sudah aman sejak awal. Kalau tiga hal ini belum beres, pengeluaran kecil yang terlihat wajar bisa membuat kamu kekurangan di akhir.

Setelah itu, masukkan juga kebutuhan Ramadan yang memang perlu dipersiapkan, seperti zakat yang sudah kamu rencanakan atau sedekah sesuai kemampuan. Jangan menunggu sampai uang tersisa, karena sisa belanja sering tidak bisa ditebak saat pemasukan berubah-ubah. Saat pos wajib sudah terkunci, kamu lebih mudah mengatur pengeluaran tambahan tanpa rasa cemas.

3. Bagi anggaran per minggu, bukan per bulan

ilustrasi membagi anggaran per minggu (pexels.com/Yan Krukau)

Anggaran per minggu lebih gampang diawasi saat penghasilan kamu tidak selalu stabil. Kamu jadi cepat melihat tanda pengeluaran mulai kebablasan tanpa harus menunggu sampai akhir bulan. Pola ini pas untuk Ramadan karena belanja biasanya berulang tiap beberapa hari.

Kalau pemasukan minggu ini sedang kecil, kamu bisa menahan belanja tambahan supaya kebutuhan pokok tetap terpenuhi. Saat minggu berikutnya pemasukan membaik, kamu bisa menambah tabungan atau menguatkan dana darurat. Dengan cara ini, kamu tidak perlu menganggap diri gagal hanya karena ada satu minggu yang terasa berat.

4. Sisihkan pemasukan setiap kali uang masuk

ilustrasi menyisihkan pemasukan (pexels.com/Karolina Grabowska www.kaboompics.com)

Begitu kamu menerima uang, langsung tentukan bagian untuk kebutuhan utama sebelum memikirkan belanja lain. Langkah ini membantu kamu menghindari kebiasaan memakai uang dulu, lalu berharap sisa akhirnya cukup. Dengan pemisahan di awal, kamu tahu batas aman yang tidak boleh disentuh.

Supaya lebih mudah, buat aturan sederhana, misalnya sekian persen untuk kebutuhan wajib, sekian persen untuk tabungan, lalu sisanya baru untuk kebutuhan harian. Kamu bisa memisahkannya lewat rekening berbeda, dompet terpisah, atau fitur pembagian saldo di aplikasi keuangan. Saat uang sudah terbagi rapi, kamu tetap bisa belanja seperlunya tanpa merasa bingung atau khawatir di pertengahan minggu.

5. Kurangi komitmen pengeluaran tetap

ilustrasi buka puasa bersama (pexels.com/Bayu Franky)

Selama Ramadan, ajakan buka bersama dan jajan bisa sangat sering, dan ini cepat menguras uang. Kamu juga perlu mengecek pengeluaran rutin seperti langganan bulanan yang jarang dipakai. Mengurangi sementara pengeluaran tetap membuat anggaran kamu lebih longgar untuk kebutuhan penting.

Kamu bisa memilih beberapa acara yang paling penting, lalu menolak sisanya dengan cara yang sopan. Untuk pertemuan tertentu, kamu bisa pilih menu sederhana agar tetap ikut tanpa membebani anggaran. Saat komitmen pengeluaran berkurang, kamu tidak mudah kehabisan uang sebelum akhir Ramadan.

6. Siapkan dana cadangan kecil

ilustrasi dana cadangan (unsplash.com/micheile henderson)

Penghasilan yang naik turun membuat kamu perlu punya tabungan darurat, meski nominalnya kecil. Kadang pemasukan datang lancar, tetapi ada masa ketika tidak ada uang masuk sama sekali. Dengan dana cadangan, kamu bisa tetap memenuhi tagihan dan kebutuhan pokok tanpa berutang atau menunda hal penting.

Setiap kali menerima uang, sisihkan sedikit lalu simpan di tempat yang tidak gampang diambil. Anggap dana ini sebagai pelindung, bukan uang belanja tambahan, jadi jangan dipakai untuk kebutuhan harian. Saat dana cadangan mulai terkumpul, kamu akan lebih tenang menghadapi perubahan pemasukan.

7. Catat pengeluaran harian secara sederhana

ilustrasi mencatat pengeluaran harian (pexels.com/olia danilevich)

Banyak orang merasa uangnya cepat habis, tetapi sulit menjelaskan ke mana saja perginya. Di sinilah catatan harian berperan, karena kamu bisa melihat aliran uang secara nyata, bukan hanya mengandalkan ingatan. Tanpa pencatatan, pengeluaran kecil yang sering terjadi akan terasa wajar, padahal totalnya cukup besar.

Kamu tidak perlu membuat laporan yang rumit atau terlalu detail setiap hari. Cukup tulis jumlah pengeluaran dan tujuan utamanya, lalu lakukan secara konsisten selama Ramadan. Dari kebiasaan sederhana ini, kamu lebih cepat mengambil keputusan saat harus mengurangi belanja karena pemasukan sedang turun.

Keuangan Ramadan akan lebih aman kalau kamu mengunci kebutuhan wajib sejak awal, lalu mengatur belanja dengan patokan mingguan yang realistis. Saat pemasukan berubah, catatan harian dan dana cadangan kecil akan membantu kamu cepat menyesuaikan tanpa panik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team