Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
3 Tips Penting Memilih Kredit Tepat agar Keuangan Tetap Aman
ilustrasi kredit (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Masyarakat perlu memahami suku bunga, jenisnya, dan tenor pinjaman agar keputusan kredit sesuai kemampuan finansial serta tidak membebani keuangan di masa depan.
  • Transparansi biaya menjadi hal penting untuk menghindari biaya tersembunyi; nasabah disarankan membaca detail produk sebelum menandatangani perjanjian kredit.
  • Skema cicilan tetap dinilai membantu menjaga kestabilan arus kas bulanan, memberikan kepastian pembayaran, dan meningkatkan rasa aman dalam perencanaan keuangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Mengajukan kredit kini menjadi hal yang umum dilakukan masyarakat, baik untuk kebutuhan konsumtif maupun mendukung rencana keuangan jangka panjang. Namun, di tengah banyaknya pilihan produk pinjaman, masyarakat perlu lebih cermat agar tidak salah memilih kredit.

Memilih kredit bukan hanya soal proses pengajuan yang mudah, tetapi juga harus mempertimbangkan dampaknya terhadap kondisi finansial di masa depan. Oleh karena itu, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan sebelum mengambil pinjaman.

1. Perhatikan suku bunga dan tenor pinjaman

ilustrasi suku bunga (IDN Times/Aditya Pratama)

Suku bunga menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan karena akan menentukan total biaya yang harus dibayar selama masa kredit. Semakin rendah bunga, semakin ringan pula beban pembayaran nasabah.

Namun, calon nasabah juga perlu memahami jenis bunga yang ditawarkan, apakah tetap atau fluktuatif. Sebab, hal tersebut akan memengaruhi kestabilan cicilan setiap bulan.

Selain bunga, tenor atau jangka waktu pinjaman juga penting untuk dipertimbangkan. Tenor panjang biasanya membuat cicilan bulanan lebih ringan, tetapi total bunga yang dibayar menjadi lebih besar. Sebaliknya, tenor pendek membuat pinjaman lebih cepat lunas, tetapi nominal cicilan lebih tinggi.

Kepala Departemen Retail Business Development OK Bank, Eko Andhika Kotama mengingatkan, masyarakat untuk memahami seluruh aspek pinjaman sebelum mengambil keputusan.

“Masyarakat perlu melihat pinjaman sebagai bagian dari perencanaan keuangan, sehingga penting untuk memahami seluruh aspek mulai dari bunga, tenor, hingga skema cicilan. Dengan begitu, keputusan yang diambil bisa lebih terukur dan sesuai kebutuhan,” ujar Eko, dikutip Senin (4/5/2026).

2. Pastikan biaya kredit transparan

Ilustrasi kredit (IDN Times/Aditya Pratama)

Selain bunga dan tenor, transparansi biaya juga menjadi hal yang tidak kalah penting. Nasabah sebaiknya memahami seluruh komponen biaya yang dikenakan, mulai dari biaya administrasi, provisi, hingga potensi denda keterlambatan.

Produk kredit yang transparan akan membantu nasabah menghindari biaya tersembunyi yang berpotensi memberatkan di kemudian hari. Oleh karena itu, calon peminjam disarankan membaca detail informasi produk sebelum menandatangani perjanjian kredit.

Saat ini, sejumlah perbankan mulai menghadirkan produk kredit dengan skema yang lebih jelas dan fleksibel agar nasabah lebih nyaman dalam mengatur keuangan.

3. Pilih cicilan yang memberi kepastian pembayaran

Ilustrasi Cicilan (IDN Times/Arief Rahmat)

Skema cicilan tetap kini menjadi salah satu faktor yang banyak dicari masyarakat karena dinilai lebih aman untuk perencanaan keuangan. Dengan cicilan tetap, jumlah pembayaran bulanan tidak berubah selama masa pinjaman sehingga memudahkan pengaturan arus kas.

OK Bank Indonesia misalnya, melalui produk OK KTA menawarkan plafon pinjaman mulai dari Rp3 juta hingga Rp300 juta dengan suku bunga mulai dari 0,79 persen per bulan dan tenor hingga 60 bulan. Produk tersebut juga menawarkan skema cicilan tetap untuk membantu nasabah menjaga kepastian pengeluaran bulanan.

Menurut Eko, kepastian pembayaran dan transparansi informasi kini menjadi kebutuhan utama nasabah dalam memilih produk kredit.

“Kami melihat kebutuhan nasabah tidak hanya pada kemudahan akses, tetapi juga pada kejelasan informasi dan kepastian dalam pembayaran. Oleh karena itu, kami berupaya menghadirkan produk yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga memberikan rasa aman dalam perencanaan keuangan,” tutur dia.

Pada akhirnya, memilih kredit yang tepat membutuhkan keseimbangan antara kebutuhan dan kemampuan finansial. Dengan memahami faktor seperti bunga, tenor, transparansi biaya, dan skema cicilan, masyarakat dapat mengambil keputusan yang lebih bijak dan menjaga kesehatan finansial dalam jangka panjang.

Editorial Team