Kredit Konsumtif Kian Diminati, Ini Pengertian dan Contohnya

- Kredit konsumtif adalah pinjaman untuk kebutuhan pribadi seperti pendidikan, kesehatan, perumahan, kendaraan, dan lainnya, bukan untuk kegiatan produktif atau usaha.
- Contoh kredit konsumtif meliputi pembiayaan pendidikan, renovasi rumah, pembelian furnitur, biaya pernikahan, hingga pembelian gadget atau kendaraan.
- Masyarakat semakin memanfaatkan kredit konsumtif karena aksesnya makin mudah lewat produk perbankan dan lembaga pembiayaan yang terus berkembang.
Jakarta, IDN Times -Kebutuhan dana untuk keperluan pribadi mendorong masyarakat memanfaatkan fasilitas kredit. Seiring perkembangan industri keuangan, akses terhadap kredit pun semakin mudah melalui berbagai produk yang ditawarkan perbankan maupun lembaga pembiayaan.
Dilansir dari laman resmi BTN, salah satu jenis kredit yang umum digunakan adalah kredit konsumtif. Kredit ini merupakan pinjaman yang diajukan debitur kepada kreditur untuk memenuhi kebutuhan pribadi, bukan untuk tujuan produktif atau kegiatan usaha, melainkan untuk kebutuhan seperti pendidikan, kesehatan, perumahan, kendaraan, dan lainnya.
Lantas, apa saja contoh kredit konsumtif?
1. Biaya pendidikan

Pembiayaan pendidikan kerap dilakukan melalui pinjaman.
Meski berkontribusi terhadap masa depan, kredit ini tetap tergolong konsumtif karena tidak secara langsung menghasilkan pendapatan.
2. Renovasi rumah

Renovasi rumah termasuk kredit konsumtif karena umumnya didorong oleh kebutuhan atau keinginan memperbaiki hunian.
Namun, renovasi dapat meningkatkan nilai jual properti di masa depan.
3. Pembelian furniture

Furnitur memiliki nilai guna dan estetika dalam rumah tangga.
Meski demikian, barang ini memiliki usia pakai sehingga nilainya akan menurun seiring waktu.
4. Pinjaman untuk biaya nikah

Pinjaman untuk kebutuhan resepsi atau keperluan pernikahan juga termasuk kredit konsumtif karena tidak menghasilkan arus kas di masa mendatang.
Oleh karena itu, calon pengantin perlu mempertimbangkan skala acara secara bijak, menyesuaikan dengan kemampuan finansial, serta menghindari utang berlebihan agar tidak membebani kondisi keuangan setelah pernikahan berlangsung.
5. Pembelian gadget terbaru

Gadget dan kendaraan merupakan aset yang mengalami depresiasi.
Nilainya cenderung menurun seiring usia dan penggunaan, sehingga pembeliannya melalui kredit tergolong konsumtif. Meski demikian, kedua jenis aset ini tetap menjadi pilihan masyarakat karena dinilai mampu menunjang mobilitas dan produktivitas sehari-hari.


















