Banyak orang percaya bahwa kesuksesan finansial harus diraih sedini mungkin. Jika usia sudah melewati 40 atau bahkan 50 tahun dan kekayaan belum terasa signifikan, muncul anggapan bahwa kesempatan sudah hampir habis. Padahal, realitasnya tidak selalu demikian. Dunia investasi justru menyimpan banyak kisah yang membuktikan bahwa waktu terbaik untuk membangun kekayaan tidak selalu dimulai dari usia muda — selama seseorang memiliki strategi, disiplin, dan pola pikir yang tepat.
Salah satu contoh paling kuat datang dari Warren Buffett, investor legendaris yang dikenal sebagai salah satu orang terkaya di dunia sekaligus figur paling berpengaruh dalam sejarah investasi modern. Menurut estimasi Forbes, kekayaannya mencapai sekitar 146,1 miliar dolar AS, menempatkannya dalam jajaran 10 besar orang terkaya dunia.
Menariknya, posisi Buffett saat ini sering membuat orang lupa bahwa perjalanan menuju kekayaan luar biasa tersebut tidak terjadi secara instan — bahkan bisa dibilang datang relatif terlambat dalam hidupnya.
Ketua Berkshire Hathaway yang dijuluki Oracle of Omaha ini baru resmi menjadi miliarder pada usia 56 tahun. Berdasarkan laporan Benzinga tahun 2024, sekitar 99 persen total kekayaan Buffett justru terkumpul setelah ia melewati usia 50 tahun.
Jika melihat perjalanan finansialnya saat muda, pertumbuhannya terlihat jauh lebih sederhana:
Usia 21 tahun: sekitar 20 ribu dolar
Usia 26 tahun: sekitar 140 ribu dolar
Usia 30 tahun: mencapai 1 juta dolar
Menjadi jutawan pada tahun 1960 tentu merupakan pencapaian besar pada masanya. Namun, status miliarder yang diraih Buffett pada tahun 1986 tetap menjadi pencapaian luar biasa — bahkan menurut standar ekonomi modern sekalipun.
Kisah ini menunjukkan satu hal penting: membangun atau mempercepat kekayaan setelah usia 50 bukanlah hal mustahil. Justru, pengalaman hidup sering menjadi aset terbesar dalam mengambil keputusan finansial yang lebih matang.
