Adalah aku,
yang menjadi mata pedang itu;
menebas ilalang demi ilalang yang lancang jadi penghalang
Adalah aku,
yang menjadi hutan itu;
menggemakanmu di dalamku sampai tak satu helai daun pun tak mendengar
Adalah aku,
yang menjadi lonceng istana itu;
dengan tabah menunggumu datang menyentuh
Adalah aku,
yang pengharapannya sedalam lautan;
tak terukur ia, tak terjamah ia
Adalah aku,
yang kerinduannya tidak menjelma musim;
tidak menjadi deras hanya setelah gersang, tidak menjadi mekar hanya setelah gugur
-dari Nf(f) teruntuk Fz(n)
![[PUISI] Adalah Aku](https://image.idntimes.com/post/20180727/35e3991025c77d55e607b2913df36614.jpg)